Minggu, 09 Juni 2013

SOLUSI MENSWASEMBADAKAN SEKTOR PANGAN

Solusi dan salah satu cara untuk menswasembadakan sektor pangan adalah :

1. Perlu adanya keberpihakan dan kebijakan pemerintah dalam upaya peningkatan swasembada pangan yang mencakup perlindungan petani,lahan ,anggaran dan pangsa pasar yang terprogram dan terencana dengan baik yang tertuang dalam undang-undang (diundang-undangkan).
2. Peningkatan  hasil pertanian baik melelui intensifikasi ataupun ekstensifikasi lahan pertanian .
3. Peningkatan tehnologi dan sumber daya manusia yg mengacu pada peningkatan hasil-hasil produk pertanian yang berkualitas dan ramah lingkungan
4. Perlindungan lahan-lahan produktif dari pengalih fungsian tata guna lahan.
5. Proteksi dan perlindungan pangsa pasar hasil-hasil produk pertanian
6. Mobilisasi pertanian yang  mengacu pada ketahanan pangsa pasar yang sesuai dengan kondisi lingkungan ditiap tiap daerah.
7.Membuka dan meningkatkan peluang pangsa pasar baru baik lokal maupun mancanegara.
8.Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya menanam, bertani dan beternak.
9. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan cinta produk produk dalam negeri sendiri.
10. Dan lain sebagainya

Rabu, 15 Februari 2012

CARA MEMBUAT PAKAN TERNAK

Cara Membuat Pakan Ikan

Teknik pembuatan pelet ikan


Pelet adalah sekumpulan bahan tertentu yang dihaluskan kemudian dipadatkan dicetak menurut ukuran tertentu. Keuntungan pelet meningkatkan konsumsi dan efesiensi pakan dibanding dengan pakan alami.
Saya akan menuliskan berdasarkan apa yang telah saya coba.

Bahan bahan yang bisa digunakan untuk membuat pelet:

Bahan yang berprotein

Bahan yang mudah didapat didaerah masing masing pembaca misalnya

1. Tepung ikan rucah. Saat ini ikan seperti ini juga untuk daerah tertentu sudah menjadi komoditas yang digunakan untuk capuran terasi udang, makanan bebek dan untuk pakan ternak yang dibuat menjadi tepung.Cara membuatnya ikan di jemur atau di oven sampai kering kemudian ikan yang sudah kering dihaluskan dengan menggunakan mesin penepung.Protein ikan rucah ini sangat tergantung pada jenis ikannya. makin kecil ikannya makin tinggi proteinnya dan semakin putih dagingnya makin tinggi juga proteinnya. Protein ikan rucah berkisar antara 40% - 65%.Tepung ikan ini biasanya digunakan minimal 10% - 20%. Jenis ikan sangat menentukan berapa banyak tepung ikan yang digunakan . Ikan karnivora membutuhkan lebih banyak tepung ikan dibanding ikan herbivora.
2. Tepung kepala udang. Didapat dari perusahaan pengolahan udang, cara membuat dikeringkan sampai kering kemudian dihaluskan .Protein tepung kepala udang 35% - 45%. Penggunaannya sama dengan tepung ikan.
3. Tepung tulang
4. Tepung jeroan ayam sapi atau sejenisnya.
5. Semua bahan digunakan sesuai kebutuhan protein pelet yang diinginkan.

Bahan yang mengandung pati (untuk perekat)

1. Tepung gaplek (singkong yang dikeringkan) kemudian dihaluskan hingga menjadi tepung. Pemakainya hanya 10% - 20%.
2. Tepung onggok adalah limbah dari pembuatan tapioka, Pemakaiannya 10% - 30%
3. Tepung tapioka Pemakaiannya 10% - 20%.
4. Tepung jagung Jagung pipilan kemudian ditepung halus. Pemakaiannya juga 10% - 20%.
5. Tepung polar katulnya gandum selain untuk gelatinasi tepung ini mempunyai kandungan protein 13% - 15%. Pemakaiannya 20% - 30%.

Bahan lainya

1. Dedak halus mempunyai kandungan protein 11% - 13%. Pemakaiannya maksimal 30%.
2. Bungkil kedelai mempunyai kandungan protein cukup tinggi 45% - 54%. Pemakaiannya 20% - 40%.
3. Bungkil kelapa mempunyai kandungan protein 15% - 17%.
4. minyak ikan Pemakaiannya max 10% apabila melebihi akan mengganggu proses gelatinasi.
5. Mineral dan vitamin mineral yang dipakai yaitu nacl atau garam dapur. Pemakaiannya 1% -2% . Calsium karbonat atau kapur Pemakaiannya 1% - 3%. Vitamin yang dipakai yaitu vitamin B komplek dan vitamin .

Alat alat yang digunakan


1. Mesin penepung mempunyai fungsi untuk menghaluskan bahan bahan yang akan digunakan
2. Mesin pengaduk atau mixer mempunayi fungsi untuk mengaduk semua bahan yang akan digunakan.
3. Mesin ekstruder atau pencetak pelet berfungsi untuk mencetak pelet sesuai dengan yang dikehendaki biasanya mulai dari ukuran 2mm,3mm,5mm - 10mm.


Cara pembuatannya

Cara konvensional

Buat lem yang dibuat dari tepung tapioka 10% dari total bahan yang akan dibuat. Semua bahan yang telah halus ditimbang kemudian dituang kemesin aduk atau mixer, kemudian dicampur dengan adonan lem disini penulis tidak menguraikan secara rinci bahan bahannya karena dalam prakteknya sangat disesuaikan dengan pelet yang akan dibuat. Bahan yang telah kenyal tersebut di tuang kemesin cetak untuk dicetak dengan ukuran sesuai keinginan, mesin cetak yang penulis coba adalah mesin giling daging. bentuknya silinder dengan panjang 1cm dan diameter 3mm. Setalah dicetak pelet masih lembek masih harus dikeringkan dijemur oleh matahari selama 2 hari. Namun pelet yang dibuat seperti ini tidak bisa menjadi pelet apung.

Cara dengan ekstruder sistem kering

Bahan bahan ditimbang sesuai dengan komposisi pelet yang akan dibuat (tegantung pelet yang dibuat untuk ikan jenis karnivora atau herbivora atau yang lainnya).kemudian bahan dituang ke mesin aduk atau mixer,perlu penambahan cairan dan minyak ikan sesuai keinginan.Setelah dimixer selama 10 menit dan adukan benar benar rata( adukan tidak menjadi adonan seperti cara konvesional). Kemudian adukan dicetak dengan mesin ekstruder sistem kering seperti yang ada dipabrik penulis .pelet yang keluar dari mesin ekstruder ini langsung kering hanya perlu diangin - angin kan dengan kipas angin setelah itu pelet siap dipacking dan dipasarkan. Selamat mencoba?

  1. Bagi rekan rekan yang membutuhkan bahan bahan untuk pembuatan pakan baik pakan unggas, pakan ikan ataupun pakan ternak lainnya . Kami memproduksi:
    1. Tepung cangkang kerang laut
    Harga:
    - Halus Rp.5000/kg

    2. Tepung rajungan
    Harga:
    - Halus Rp. 15000/kg
    - Menir Rp. 10000/kg
    3. Tepung ikan
    Harga Rp. 30000/kg
    4. Garam lokal
    Harga:
    - Krosok ../kg
    - Halus ...../kg
    Hub : Suyono
    082110189937
    BalasHapus

Jumat, 03 Juni 2011

CARA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK KOMPOS

 

Pembuatan Pupuk Dengan Bantuan Bakteri EM4

Membuat pupuk Effective Microorganisme atau EM
Pupuk EM adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat meningkatkan kualitas tanah.

Beriikut langkah-langkah pembuatan pupuk menggunakan EM :
Pembuatan bakteri penghancur (EM).
Bahan-bahan :

* Susu sapi atau susu kambing murni.
* Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.
* Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1 kg Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air bersih.
Alat-alat yang diperlukan :

Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas.
Cara pembuatan :

* Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati.
* Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.
* Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.
* Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.
* Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket.

Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri. Link: http://petanidesa.wordpress.com/2007...roorganism-em/
Cara Pembiakan Bakteri

Untuk menghemat biaya, bibit bakteri EM4 yang dibeli di toko atau koperasi Saprotan dapat dikembangbiakkan sendiri, sehingga kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan yang ada dapat dipenuhi. Adapun prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah sebagai berikut:
Bahan dan Komposisi:

1 liter bakteri
3 kg bekatul (minimal)
¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu)
¼ kg terasi
5 liter air
Alat dan Sarana:

Ember
Pengaduk
Panci pemasak air
Botol penyimpan
Saringan (dari kain atau kawat kasa)
Cara Pembiakan:

Panaskan 5 liter air sampai mendidih.
Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.
Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan).
Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari.
Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit.
Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend ari udara).
Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.
Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.
Menakar Komposisi Kandungan EM4
HORISON
OLEH: WAYAN NITA
Teknologi EM (Effective Mikroorganism) dapat digunakan dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, lingkungan, kesehatan dan industri. Meski sudah banyak kalangan masyarakat yang menggunakan tapi tidak banyak yang tahu tentang EM, komposisi kandungan, fungsi dan jenis-jenis EM.
EM merupakan campuran dari mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima kelompok, 10 Genius 80 Spesies dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies. EM berupa larutan coklat dengan pH 3,5-4,0. Terdiri dari mikroorganisme Aerob dan anaerob. Meski berbeda, dalam tanah memberikan multiple efect yang secara dramatis meningkatkan mikro flora tanah. Bahan terlarut seperti asam amino, sacharida, alkohol dapat diserap langsung oleh akar tanaman.
Kandungan EM terdiri dari bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomicetes, ragi dan jamur fermentasi. Bakteri fotosintetik membentuk zat-zat bermanfaat yang menghasilkan asam amino, asam nukleat dan zat-zat bioaktif yang berasal dari gas berbahaya dan berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara. Bakteri asam laktat berfungsi untuk fermentasi bahan organik jadi asam laktat, percepat perombakan bahan organik, lignin dan cellulose, dan menekan pathogen dengan asam laktat yang dihasilkan.
Actinomicetes menghasilkan zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Ragi menghasilkan zat anti biotik, menghasilkan enzim dan hormon, sekresi ragi menjadi substrat untuk mikroorganisme effektif bakteri asam laktat actinomicetes. Cendawan fermentasi mampu mengurai bahan organik secara cepat yang menghasilkan alkohol ester anti mikroba, menghilangkan bau busuk, mencegah serangga dan ulat merugikan dengan menghilangkan pakan.
Fungsi EM untuk mengaktifkan bakteri pelarut, meningkatkan kandungan humus tanahlactobonillus sehingga mampu memfermentasikan bahan organik menjadi asam amino. Bila disemprotkan di daun mampu meningkatkan jumlah klorofil, fotosintesis meningkat dan percepat kematangan buah dan mengurangi buah busuk. Juga berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara, menghasilkan senyawa yang berfunsi antioksidan, menekan bau limbah, menggemburkan tanah, meningkatkan daya dukung lahan, meningkatkan cita rasa produksi pangan, perpanjang daya simpan produksi pertanian, meningkatkan kualitas daging, meningkatkan kualitas air dan mengurangi molaritas Benur.
Jenis-jenis EM yang ada seperti EM1 yang berupa media padat berbentuk butiran yang mengandung 90% actinomicetes. Berfungsi untuk mempercepat proses pembentukan kompos dalam tanah. EM2 terdiri dari 80 species yang disusun berdasarkan perbandingan tertentu.
Berbentuk kultur dalam kaldu ikan dengan pH 8,5. dalam tanah mengeluarkan antibiotik untuk menekan patogen. EM3 terdiri dari 95% bakteri fotosintetik dengan pH 8,5 dalam kaldu ikan yang berfungsi membantu tugas EM2. Sakarida dan asam amino disintesa oleh bakteri fotosintetik sehingga secara langsung dapat diserap tanaman. EM4 terdiri dari 95% lactobacillus yang berfungsi menguraikan bahan organik tanpa menimbulkan panas tinggi karena mikroorganisme anaerob bekerja dengan kekuatan enzim. EM5 berupa pestisida organik.
Mari membuat kompos skala rumah tangga
Salah satu dari pola hidup hijau yang dapat kita laksanakan adalah mengelola sampah organic rumah tangga, dengan membuatnya menjadi kompos.

Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sampah organic organic.
Pembuatannya tidak terlalu rumit, tidak memerlukan tempat luas dan tidak memerlukan banyak peralatan dan biaya. Hanya memerlukan persiapan pendahuluan, sesudah itu kalau sudah rutin, tidak merepotkan bahkan selain mengurangi masalah pembuangan sampah, kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sendiri, tidak perlu membeli.

Kompos berguna untuk memperbaiki struktur tanah, zat makanan yang diperlukan tumbuhan akan tersedia. Mikroba yang ada dalam kompos akan membantu penyerapan zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Tanah akan menjadi lebih gembur. Tanaman yang dipupuk dengan kompos akan tumbuh lebih baik. Hasilnya bunga-bunga berkembang, halaman menjadi asri dan teduh. Hawa menjadi segar karena oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan.

Bagaimana Kompos Terjadi

Sampah organic secara alami akan mengalami peruraian oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur. Proses peruraian ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara dan kelembaban. Makin cocok kondisinya, makin cepat pembentukan kompos, dalam 4 – 6 minggu sudah jadi. Apabila sampah organic ditimbun saja, baru berbulan-bulan kemudian menjadi kompos. Dalam proses pengomposan akan timbul panas krn aktivitas mikroba. Ini pertanda mikroba mengunyah bahan organic dan merubahnya menjadi kompos. Suhu optimal untk pengomposan dan harus dipertahankan adalah 45-65C.Jika terlalu panas harus dibolak-balik, setidak-tidaknya setiap 7 hari.
Peralatan

Di dalam rumah ( ruang keluarga, kamar makan ) dan di depan dapur disediakan 2 tempat sampah yang berbeda warna untuk sampah organic dan sampah non-organic. Diperlukan bak plastic atau drum bekas untuk pembuatan kompos. Di bagian dasarnya diberi beberapa lubang untuk mengeluarkan kelebihan air. Untuk menjaga kelembaban bagian atas dapat ditutup dengan karung goni atau anyaman bambu. Dasar bak pengomposan dapat tanah atau paving block, sehingga kelebihan air dapat merembes ke bawah. Bak pengomposan tidak boleh kena air hujan, harus di bawah atap.
Cara Pengomposan
- Campur 1 bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
- Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan dicampur. Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak ( ayam atau sapi ) dapat pula dicampurkan .
- Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selapis misalnya setiap 2 hari ditambah sampah baru. Setiap 7 hari diaduk.
- Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos, sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal, kompos sudah jadi.
- Jika perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.

Keberhasilan pengomposan terletak pada bagaimana kita dapat mengendalikan suhu, kelembaban dan oksigen, agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang optimal untuk berkembang biak, ialah makanan cukup (bahan organic), kelembaban (30-50%) dan udara segar (oksigen) untuk dapat bernapas.
Sampah organic sebaiknya dicacah menjadi potongan kecil. Untuk mempercepat pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.
Cara Membuat Pupuk Cair Organik
Bahan dan Alat:
1 liter bakteri
5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
30 kg kotoran hewan
Air secukupnya
Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat
Cara Pembuatan:
Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.
Kegunaan:

Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.
Cara Membuat Pupuk Hijau Organik
Pupuk Hijau: adalah pupuk organik yang terbuat dari sisa tanaman atau sampah yang diproses dengan bantuan bakteri.
Bahan dan Komposisi:

200 kg hijau daun atau sampah dapur.
10 kg dedak halus.
¼ kg gula pasir/gula merah.
¼ liter bakteri.
200 liter air atau secukupnya.
Cara Pembuatan:

Hijau daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi.
Campurkan dedak halus atau bekatul dengan hijau daun.
Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air.
Masukkan bakteri ke dalam air. Campurkan dengan cairan gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata.
Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran hijau daun/sampah+bekatul. Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan ditutup rapat.
Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap digunakan.




JUAL PUPUK KOMPOS DAN PUPUK ORGANIK CAIR
Harga : 
-Pupuk Kompos        : 1000/Kg
-Pupuk Organik Cair : 6000/Botol Netto 300ml
Hub    : SUYONO 
HP      : 082110189937

Minggu, 13 Februari 2011

Mati Surinya Usaha Agrobisnis Di Negeri Ini

Indonesia merupakan negara agraris  yang sangat cocok dalam pengembangan dan pembangunan usaha dibidang agrobisnis baik pertanian, perikanan, dan peternakan.Hal ini sesuai dengan keadaan lingkungan alam, yang memiliki iklim tropis, juga ketersediaannya  sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki.
Namun peluang pengembangan dan pembangunan usaha dibidang agrobisnis belum begitu optimal.Hal ini terbukti dengan masih banyaknya kekurangan akan produk-produk agrobisnis didalam negeri yang mampu kita produksi,serta belum begitu maksimalnya hasil-hasil  produksi usaha  agrobisnis dalam negeri dalam pemenuhan kebutuhan baik pasaran lokal maupun pasar luar negeri.
Jika kita lihat potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada, kita cukup potensial untuk pengembangan dan pembangunan di sektor usaha bidang agrobisnis.
Namun saat ini sektor usaha agrobisnis di indonesia tidak seperti sebelumnya beberapa tahun kebelakang, Agrobisnis di negeri ini seakan mengalami mati suri. Hidup segan mati tak mau.
Banyak faktor dan penyebab mati surinya usaha agrobisnis di negeri ini, yang salah satu diantaranya adalah:
- Kurangnya kepeduliaan dan keseriusan baik  pemerintah maupun suasta  dalam penanganan membangun dan mengembangkan sektor usaha dibidang agrobisnis.Baik berupa bantuan modal,pelatihan,  bimbingan dan penyuluhan ataupun pemasaran hasil-hasil produk usaha agrobisnis.
- Monopoli dan kapitalisasi dibidang pertanian menyebabkan tingginya harga-harga  kebutuhan penunjang sektor agrobisnis seperti pupuk, benih, bibit,pakan dan obat-obatan,yang tidak sebanding dengan harga jual hasil produk sektor agrobisnis yang dihasilkan.
- Tidak adanya proteksi, jaminan dan perlindungan bagi para petani sebagai pelaku agrobisnis terhadap usaha yang dilakukan, baik berupa hasil panen, terlebih-lebih gagal panen, menyebabkan banyak petani yang mengalami kerugian dan gulung tikar.

Itulah beberapa faktor mati surinya agrobisnis dinegeri ini.Sehingga usaha dibidang agrobisnis seakan setaknasi,mati segan, majupun takbisa karena tidak adanya kepedulian dan pembelaan terhadap para petani sebagai pelaku sektor agrobisnis, baik oleh pemerintah atau suasta. Sehingga apa yang dilakukan petani saat ini hanya menjalankan kewajiban dan kebiasaannya  semata yakni hanya bertani dan  berternak , yang notabennya tidak menguntungkan dan hanya menguntungkan beberapa pihak saja.
Oleh karena itu untuk memajukan sektor agrobisnis dinegeri ini,sudah merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua, demi terciptanya ketahanan pangan dan suasembada pangan seperti  yang diharapkan.Sehingga diharapkan pengembangan dan pembangunan usaha agrobisnis dapat mendorong sektor-sektor usaha lainnya.Tanpa keberpihakkan dan keterlibatan berbagai pihak, kemajuan sektor usaha  agrobisnis dinegeri ini hal yang mustahil tercapai,terlebih-lebih dalam kondisi saat ini, yang kurang akan produk-produk usaha hasil agrobisnis.
Haruskah kita menunggu kekurangan dan kelaparan dinegeri yang subur.

Rabu, 15 September 2010

Waspadai Gerakan Pembodohan Dibidang Agrobisnis

 Seiring berkembangnya tehnologi yang ditandai dengan  semakin canggihnya alat  komunikasi dan media telekomunikasi .Informasi, iklan  dan berita yang dengan mudah dan cepat kita dapatkan,bukan saja berdampak positif  , tapi juga bisa berdampak negatif bagi penerimanya .Oleh karena itu kita harus pandai-pandai menerima dan menyerap informasi serta masukan yang kita dapatkan, dengan memilah dan  meneliti serta jangan memakannya mentah-mentah setiap informasi dan masukan yang kita dapatkan, karena boleh jadi itu merupakan gerakan pembodohan dan penipuan yang berusaha mengelabui dan menjebak kita dengan berbagai bujuk rayu keuntungan yang menggiurkan.

Upaya gerakan pembodohan saat  ini bukan hanya menyerang dan menimpa usaha dibidang jasa dan perdagangan pada umumnya, tapi telah mengarah kearah  dibidang usaha  agrobisnis baik pertanian, perikanan, maupun peternakan. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya informasi  berita dan iklan dibidang usaha agrobisnis dan pertanian yang tidak realistis baik dari segi nilai barang ,distribusi,,nilai guna dan manfaat . Yang notabennya hanya sebatas menipu dan mengelabui kita dengan bujuk rayu keuntungan yang menggiurkan dengan mengajak  bidang usaha agrobisnis  yang ditawarkan.
Banyak contoh kasus yang  memakan korban dari upaya gerakan ini, dan tidak sedikit mereka yang merasa tertipu dan terjebak terjun didalamnya dengan iming -iming keuntungan  laba menggiurkan dengan tawaran usaha agrobisnis  yang ditawarkan, tapi kenyataannya hanya kerugian dan penyesalan yang didapatkan , ketika  terjun didalamnya.
Oleh karena itu hendaklah kita hati- hati dan pandai- pandai memilah informasi, berita dan iklan usaha dibidang  agrobisnis dan pertanian yang kita dapat sebelum kita ikut terjun didalamnya dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
1. Sebelum kita mengikuti  usaha dibidang usaha agrobisnis dan pertanian dari informasi yang kita dapatkan  hendaklah kita pelajari dulu :
- Sesuaikah jenis barang dan nilai barang dengan manfaat dan kegunaannya di masyarakat.
- Kemanakah pemasarannya dan peruntukkannya serta berapa besar peluang pasarnya
- Seberapa besar kesulitan dalam pengembangan usaha agrobisnis  yang akan kita ikuti.
- Cocokkah usaha agrobisnis dan pertanian yang akan kita ikuti dengan kondisi lingkungan alam didaerah sekitar kita.
- Bagaimanakah kelancaran ketersediaan bibit dan benih serta distribusinya, baik kelancaran produk, alat , bahan baku, sarana  dan prasarana  penunjangnya, seperti benih, pakan, pupuk, obat-obatan, dan sebagainya
- Dll
2. Jangan mudah percaya dan tergiur dengan tawaran usaha dibidang agrobisnis dan pertanian yang menawarkan keuntungan yang tidak realistis tanpa kita tahu distribusi, pangsa pasar dan manfaatnya.
3. Dalam usaha dibidang usaha agrobisnis dan pertanian, hendaklah kita jangan hanya latah mengikuti tren dan musim tanpa kita tahu lebih jauh dampak dan resiko yang akan kita hadapi. Usahakan  kita yang menciptakan tren dan musim, bukan yang menjadi korban trend dan musim Karena seperti kita ketahui semakin banyak ketersediaan barang semakin kecil peluang pemasarannya dan semakin rendah nilai jual barang.Itulah hukum pasar.
4. Apa resiko yang akan kita hadapi, bagaimana tingkat kesulitannya, dan bagaimana cara mengantisipasinya.
5. Dan Lain-lain
Itulah beberapa masukan dan pertimbangan sebelum kita terjun dan menggeluti usaha agrobisnis  yang akan kita geluti sebelum kita terjun didalamnya, agar kita tidak tertipu dan terjebak dalam usaha agrobisnis  yang merugika.

Demikian artikel ini kami buat, semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat dijadikan bahan masukan dan pertimbangan sebelum kita  terjun didalam usaha dibidang agrobisnis dan pertanian.
Akhirnya saya penulis mengharapkan masukan, kritik dan sarannya , baik dalam bentuk coment atau sebagainya demi  kesempurnaan tulisan ini.
Salam sukses.

Senin, 28 Juni 2010

Ayo Budayakan Menanam Dan Beternak Sekarang ?

Menanam merupakan pekerjaan yang mudah dan hampir setiap individu manusia mampu melakukannya, tapi tidak semua setiap individu manusia mau melakukan hal ini.
Padahal kalau kita kaji lebih jauh, banyak manfaat dan keuntungan yang akan kita dapati dari hasil menanam dan beternak.
Berikut beberapa manfaat yang didapatkan dari menanam:
- Menjaga kelestarian lingkungan hidup dan ekosistem
- Mempunyai nilai ekonomis
- Dapat dijadikan sebagai daerah resapan airu untuk menanggulangi banjir dan longsor.
- Menciptakan ketahanan pangan dan suasembada pangan.
- Mengurangi pemanasan global atau global warming.
- dll
Coba bayangkan andai di negeri yang kita cintai ini tidak ada sejengkal tanahpun yang terbengkalai dengan sia-sia ,mungkin negari ini akan subur dan makmur, karena hampir tidak ada sebatang pohonpun yang sia-sia dan tidak bermanfaat di dunia ini.
Sementara itu kalu kita kaji lebih jauh, negeri kita kaya akan keanakaragaman sumber daya alam hayati.hingga pepatah mengatakan negeri kita adalah negeri yang subur, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. yang cocok untuk pengembangan dibidang pertanian, peternakan dan kehutanan.
Namun sangat disayangkan,  kita belum begitu maksimal memanfaatkan sumber daya alam yang kita miliki secara optimal, sehingga kita jauh tertinggal dengan negara-negara lain yang notabennya sumber daya alamnya kurang begitu maksimal dan jauh dibawah negeri kita.
Sungguh sebuah dilema. ini salah dan  dosa siapa?
Akankah kita  kelaparan dan kekurangan di negeri yang subur?
Bukankah ini sangat ironis dan memilukan jika hal ini sampai terjadi dan menimpa negeri kita tercinta ini.
Sementara itu menurut perkiraan dan pemikiran para ahli dibidang pangan  dunia, tahun 2020 penduduk dunia akan mengalami krisis pangan dan kekurangan akan produk-pruduk pertanian, peternakan dan perhutanan. Sementara itu, negeri yang kita cintai ini merupakan negeri yang cocok untuk memproduksi dan menghasilkan produk-produkpertanian, peternakan dan kehutanan untuk mencukupi kebutuhan akan pangan dunia..
Mengapa kita tidak menyiasati dan menyikapi kesempatan dan peluang yang ada?
Andai saja kita mampu menyiasati dan menyikapi hal ini ,dengan menswasembadakan pertanaian, peternakan dan tanaman, mungkin kita tidak akan jauh tertinggal dengan negera-negara maju lainnya yang lebih mengutamakan pengembangan produk-produk dibidang tehnologi.
Biarlah kita kalah dan jauh tertinggal dalam bidang industri dan tehnologi modern tapi kita menang dan suasembada pangan dalam bidang pertanian,peternakan dan kehutanan. Bukankah sektor pangan adalah sektor yang utama yang dibutuhkan setiap individu manusia.
Oleh karena itu dalam rangka mendukung program pemerintah dalam upaya mencapai suasembada pangan dan program dunia dalam upaya mengantisipasi krisis pangan dan upaya menanggulangi pemanasan global, mari kita gerakan budaya menanam. Jangan biarkan sejengkal tanahpun di negeri tercinta ini ,yang ada disekitar kita terbengkalai dan sia-sia begitu saja.
Ayo mulai sekarang kita memulai gerakan budaya menanam dan berternak ,baik menanam tanaman bunga, buah ,pertanian,ataupun pelindung dan berternak hewan-hewan  konsumsi demi terciptanya swasembada pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Ayo menanam sekarang?
Cipatakan  kesejahteraan dan swasembadakan pangan, majulah Negeriku, majulah Bangsaku , Jayalah Indonesiaku , mari menciptakan ketahanan pangan dengan budaya menanam dan beternak..

Selasa, 05 Januari 2010

Percepatan Pembangunan Kawasan Pedesaan

Jumlah penduduk Indonesia lebih dari 250 juta jiwa, dan lebih dari 3/4 jumlah penduduk kita mayoritas tinggal di pedesaan.
Oleh karena itu untuk mencapai kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia seperti yang tercantum dalam landasan negara pancasila sila dan undang-undang dasar 1945 sila ke 5 dan pasal 33, maka perlu adanya pemerataan pembangunan kawasan pedesaan atau disebut percepatan pembangunan kawasan pedesaan.
Tujuan dari percepatan pembangunan kawasan pedesaan adalah :
1. Percepatan Pembangunan kawasan pedesaan bertujuan untuk Pemerataan pembangunan untuk menghindari kecemburuan dan kesenjangan antara penduduk pusat dan daerah.
2. Percepatan pembangunan kawasan pedesaan dapat mencegah dan menghindari kecemburuan dan kesenjangan sosial. antara penduduk daerah yang umumnya tinggal di pedesaan dan pusat yang umumnya tinggal di perkotaan.
2. Dengan adanya percepatan pembangunan kawasan pedesaan dapat mengurangi dan menekan tingkat urbanisasi penduduk pedesaan ke perkotaan yang dapat membawa dampak kerawanan sosial .
3. Percepatan pembangunan kawasan pedesaan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk dan mengurangi jumlah penduduk miskin, Karena penduduk miskin atau penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan umumnya tinggal dikawasan pedesaan dan terpencil.
4. Percepatan Pembangunan kawasan pedesaan dapat meningkatkan pendapatan negara, seiring meningkatnya roda perekonomian sebagian besar jumlah penduduk.
5. Percepatan pembangunan kawasan pedesaan dapat mendorong laju perekonomian lainnya. Hal ini karena sebagian besar bahan baku baik industri atau kerajinan biasanya ada dan terdapat di pedesaan.
6. Percepatan Pembangunan kawasan pedesaan dapat meningkatkan dan menjaga ketahanan pangan nasional, hal ini karena sumber sumber bahan pangan umumnya banyak terdapat di daerah dan pedesaan.
7. Percepatan Pembangunan kawasan pedesaan dapat meningkatkan stabilitas keamanan negara. karena meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat sehingga masyarakat tidak mudah terhasut dan terprovokasi karena dorongan faktor ekonomi dan pangan.
8. Percepatan pembangunan kawasan pedesaan merupakan amanat yang tercantum dalam pancasila sila ke 5 dan undang-undang dasar 1945 pasal 33.
9. Percepatan pembangunan kawasan pedesaan merupakan perwujudan dari ekonomi kerakyatan, karena membangun sendi-sendi ekonomi yang dilakukan sebagian besar masyarakat.
10.dll.

Sasaran Percepatan Pembangunan Kawasan Pedesaan.
Sasaran percepatan pembangunan kawasan pedesaan adalah :
- Membangun sendi-sendi ekonomi masyarakat pedesaan guna meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan dengan menggali seluruh potensi sumber daya yang ada di tiap daerah sesuai dengan potensi daerahnya, baik potensi sumber daya alam maupun potensi sumber daya manusia.
- Meningkatkan dan memajukan potensi daerah yang telah ada di daerah, menjadi lebih baik dan maju.
- Membangun sarana dan prasarana infrastruktur maupun non infrastruktur yang dapat mendorong percepatan pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan.
- Meningkatkan tingkat kualitas sumber daya manusia.
- Meningkatkan potensi sumber daya alam, dengan menggali potensi kekayaan sumber daya alam yang ada untuk lebih produktif dan maksimal demi kesejahteraan rakyat.

Tehnik Pelaksanaan Pembangunan Percepatan Kawasan Pedesaan
Secara garis besar tehnik percepatan pembangunan kawasan pedesaan adalah membangun infrastruktur dan non infrastruktur di kawasan pedesaan yang meliputi pembangunan dibidang sandang, pangan , papan, pendidikan dan kesehatan yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat dengan berdasarkan azas-azas pembangunan dengan cara :
- Membuat perundang - undangan khusus Desa yang berkaitan tentang otonomi Desa serta implementasi tata cara dan mekanisme percepatan pembangunan kawasan pedesaan.
- Alokasi anggaran khusus baik dari Anggaran Negara atau Anggaran Daerah baik propinsi , kabupaten dan kota untuk pengalokasian Pembangunan Percepatan kawasan Pedesaan.
- Meningkatkan APAD Desa.
- Membangun sendi sendi ekonomi masyarakat pedesaan serta sarana dan prasarana infrastruktur dan non infra struktur yang mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan sesuai dengan potensi yang ada di daerahnya.
- Pembinaan, pendidikan dan pelatihan masyarakat pedesaan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia masyarakat pedesaan.
- Pengawasan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme serta hal-hal yang menghambat jalannya pelaksanaan percepatan pembangunan kawasan pedesaan.
- Undang - undang investasi dan penanaman modal di daerah dan pedesaan yang mendorong percepatan pembangunan kawasan pedesaan .

Sasaran Pembangunan Percepatan Kawasan pedesaan

Sendi-sendi yang perlu dibangun dalam rangka percepatan pembangunan kawasan pedesaan di sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan daerahnya sesuai dengan potensi Sumber Daya Alam dan Potensi Sumber Daya Manusia yang ada di daerahnya dengan mengutamakan dan mengedepankan pembangunan ekonomi serta kebutuhan pokok masyarakat yang meliputi kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan serta sarana dan prasarana baik infrastruktur maupun non infrastruktur yang mendukung dan mendorong terwujudnya hal tersebut di atas.

Dengan terlaksananya dan terwujudnya percepatan pembangunan kawasan pedesaan diharapkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi rakyat indonesia seperti yang di cita-citakan bersama yang tertuang dalam Pancasila dan Undang-udang dasar 45 diharapkan dapat terwujud.

Oleh karena itu untuk mewujudkan hal ini perlu adanya dukungan, kerja sama dan partisipasi antara lembaga tinggi dan lembaga tertinggi negara dan rakyat untuk bersama sama menyamakan persepsi satu visi dan satu misi demi kemajuan bangsa. antara Pemerintah , legislatif dan rakyat.

Karena seperti kita ketahui bersama kemajuan suatu bangsa sangat bergantung antara Pemerintah dan birokrasi nya, legislatif dengan undang - undang dan peraturannya serta partisipasi dan dukungan rakyatnya. Ketiga hal ini tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya antara Pemerintah, undang undang dan aturannya, serta dukungan dan partisipasi rakyatnya untuk mewujudkannya.

Demikian tulisan ini kami buat semoga dapat menjadi bahan masukan dan kajian serta bermanfaat bagi kita semua.
Akhirnya kami penulis mengucapkan kata maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kekeliruan dan kesalahan baik dalam kata- kata atau pun dalam penulisan tulisan ini, dan tidak ada maksud lain dari tulisan ini kecuali demi kemajuan Bangsa dan Negara yang tercinta ini.
Kritik dan saran demi sempurna nya tulisan ini sangat kami harapkan baik melalui komentar atau email dengan alamat email: gendonklayan@gmail.com