Selasa, 16 Agustus 2016

CARA MEMBUAT HORMON PENGAKARAN (Rooting Hormon) MENGGUNAKAN DAUN POHON KETAPANG


Manfaat untuk pengakaran :
- Mempercepatkan proses pertumbuhan akar pada tanaman
- Menghilangkan jamur yang menempel pada tanaman ( Tin, Rose, Mulbery).
- Menyuburkan tanaman yang mengalami kerusakan akar.
- Memulihkan penyebab kerusakan pada tanaman. (tidak bisa menghidupkan yang telah mati)
- Menyuburkan media tanam.


Cara membuat Hormon Ketapang :
Kumpulkan daun ketapang.
Pilih daun yang kekuningan dan masih segar.1 kilo daun + 10 liter air
Remas-remas daun ketapang.
Rendamkan dalam air selama semalaman.
Simpan air hasil rendaman yang mengandung Hormon untuk keperluan anda.
Hormon Ketapang siap dipakai
Sisa daun yang direndam bisa digunakan sebagai pupuk organik.

Cara penggunaan hormon
Pokok : Boleh disiram setiap hari pada tanaman.
Keratan : Rendam keratan dalam air hormon selama satu malam sebelum ditanam.

Info lebih lanjut hub: gendonklayan@gmail.com atau 087780988640
Salam Tani....JAYALAH PERTANIAN INDONESIA

Minggu, 31 Juli 2016

Mari Menanam Jahe Dalam Polibag Atau Pot



Yuk menanam jahe dalam polibag/pot.
I.alat dan bahan bahan yang dibutuhkan:
1. Polibag minimal ukuran diameter 30cm.
2. Tanah liat 50%
3. Sekam padi 35%
4. Pupuk kompos atau pupuk kandang 14,5%
5. kapur pertanian 0,5%
6. pupuk, puradan dan obat obatan secukupnya.
7. Benih jahe
II. Manfaat menanam jahe dalam polibag.
1. Tingkat kegemburan dan kesuburan tanah bisa diatur.
2. Perawatan dan pemeliharaan lebih mudah.
3. Tidak membutuhkan lahan yang luas
4. Lebih terlindungi dari serangan hama dan gulma atau tanaman pengganggu lainnya.
5. Mudah dipanen dan Hasil panen lebih maksimal
6. Biaya yang dibutuhkan relatif Murah.
III. Kalkulasi perhitungan biaya dan laba yang didapatkan.
Satu pot polibag rata rata membutuhkan biaya tidak lebih dari Rp. 1000 rupiah. Dan rata rata 5 sd 6 pot polibag menghasilkan 1Kg produk jahe yang berkualitas tinggi selama kuarun waktu 9 sd 10 bulan.
Keuntungan tergantung kualitas, jumlah dan harga pasaran jahe dipasaran.


Anda tertarik untuk menanam jahe dalam polibag?.... silakan mencoba.
Untuk iformasi lebih lanjut Hub 087780988640 atau via email kami: gendonklayan@gmail.com.
Jayalah Pertanian Indonesia. Salam.....

Sabtu, 26 Oktober 2013

Pupuk Alami Perangsang Buah

Pupuk Alami Perangsang Buah


Perangsang Buah I
Bahan:
  1. EM 4 1 liter
  2. Kuning telur ayam kampung 3 butir
Cara Pembuatan:
Bahan dicampur lalu dikocok sampai rata, kemudian difermentasi selama 24 jam.
Aturan penggunaan:
Setiap akan digunakan, kocok 1 sendok makan ditambah 5 liter air, lalu disemprotkan.
Fungsi:
  1. Merangsang pertumbuhan bunga calon buah / biji.
  2. Membuat buah beraroma dan manis rasanya.
  3. Membuat biji menjadi bernas / mentes

Perangsang Buah II
Bahan:
  1. Susu segar mentah 1 liter
  2. Kuning telur ayam kampung 3 butir
Cara Pembuatan:
Bahan dicampur lalu dikocok sampai rata, kemudian difermentasi selama 24 jam.
Aturan penggunaan:
Setiap akan digunakan, kocok 1 sendok makan ditambah 5 liter air, lalu disemprotkan.
Fungsi:
  1. Merangsang pertumbuhan bunga calon buah / biji.
  2. Membuat buah beraroma dan manis rasanya.
  3. Membuat biji menjadi bernas / mentes.

Pupuk Daun / Buah
Bahan:
  1. Kuning telur ayam kampung 3 butir
  2. Gula jawa ¼ kg
  3. Susu murni segar ½ gelas
Cara Pembuatan:
Semua bahan dicampur dan diaduk secara merata kemudian ditambahkan 30 liter air.
Kegunaan:
Hasil dari komposisi disemprotkan pada tanaman hingga merata.

Pupuk KCL Cair
Bahan:
  1. Air
  2. Sabut kelapa secukupnya
  3. Drum (diperlukan untuk merendam bahan)
Cara pembuatan:
Masukkan sabut kelapa ke dalam drum sampai setengahnya. Setelah drum diisi sabut kelapa berilah air sampai penuh. Tutuplah rapat-rapat dengan plastik. Biarkan drum tertutup selama 2 minggu. Setelah air berubah menjadi berwarna hitam pertanda air sudah melarutkan kandungan KCL pada sabut kelapa. Air tersebut sudah siap digunakan, jika airnya sudah habis dapat ditambah air sehingga air berwarna jernih.
Cara penggunaan:
Disemprotkan atau disiramkan pada tanaman.
Fungsi:
Batang dan akar tanaman akan menjadi kuat, biji akan lebih berisi dan berwarna cerah. Untuk buah akan berwarna harum dan rasanya manis.

PUPUK
Nitrogen
Sumber:
  • Azzola
  • Tumbuhan kacang-kacangan
  • Jerami (daun hijau)
  • Kotoran hewan / manusia
Fungsi:
  • Menghijaukan daun
  • Membuat bentuk akar, daun dan batang menjadi muda

Phospat
Sumber:
  • Ampas tebu
  • Kotoran hewan / manusia
  • Sampah organik
  • Kompos
  • Azzola
  • Abu dapur
Fungsi:
  • Memperkuat akar dan batang
  • Memacu bunga agar cepat berbuah
  • Menjadikan rasa buah lebih manis

Kalium
Sumber:
  • Pelepah / batang pisang
  • Kotoran ayam
  • Urine kambing, kelinci, dan manusia
  • Abu kayu
  • Sampah organik, misalnya kulit pisang, umbi-umbian, dan lain-lain
Fungsi:
  • Memperkuat akar dan batang
  • Memacu bunga agar cepat berbuah atau mengeluarkan biji
  • Membuat biji / bulir menjadi bernas
  • Menjadikan rasa buah atau umbi lebih manis

Urine (Pupuk Cair)
Bahan:
  • 100 liter urine
  • 300 cc tetes tebu / air gula jawa / air gula pasir
  • 0, 5 kg temu ireng dalam bentuk serbuk / ekstrak
  • 0, 5 kg lawak dalam bentuk serbuk / ekstrak
  • 0, 5 kg laos dalam bentuk serbuk / ekstrak
  • 0, 5 kg kunyit dalam bentuk serbuk / ekstrak
Cara pembuatan:
Semua bahan dicampur dan difermentasi selama 21 hari
Kegunaan:
5-10 cc / 2 sendok makan + 15 liter air, pada daun dengan cara disemprotkan, pada akar dengan cara disiramkan / dikocor.
Urine Kelinci:
Perbandingannya 1 : 13 liter air, kemudian disiramkan / dikocor pada tanaman.

Bokashi
Bahan:
  1. Kotoran ayam / sapi / kambing 500 kg
  2. Sekam padi / gergajian kayu 500 kg
  3. Bekatul 20 kg
  4. Abu dapur / abu sekam padi 30 kg
  5. Gula pasir 15 ons
  6. EM4 / mikroorganisme nabati secukupnya
  7. Air secukupnya
Cara pembuatan:
Semua bahan dicampur jadi satu dan diaduk supaya merata sambil dibasahi dengan air yang dicampur gula pasir dengan mikroorganisme nabati, sehingga bahan menjadi lembab. Tutup dengan plastik / tenda agar bokashi mengalami fermentasi. Proses fermentasi sangat membutuhkan air, udara, dan panas. Proses fermentasi ini normal terjadi dalam jangka waktu selama 14-21 hari dengan suhu 40-50°C (dijaga kestabilannya). Bila melebihi dari 50°C tenda dibuka dan bahan diaduk-aduk hingga panas stabil lalu ditutup kembali. Lebih baik setiap 5 jam bahan dibuka untuk mengetahui suhunya. Bila kurang panas, atau kurang dari 40°C disemprot dengan air yang dicampur gula dan mikroorganisme nabati. Begitu seterusnya sehingga bahan bokashi tidak berbau kotoran dan kalau dipegang sudah tidak panas lagi, artinya bahan ini sudah dapat digunakan.
Cara penggunaan:
Untuk tanaman padi, palawija, sayuran dan tanaman hias sebagai pupuk dengan dosis 1-1, 5 ton / Ha. Andaikan tanahnya terlalu liat dapat ditingkatkan menjadi 2 ton / Ha.

Pupuk Daun
Bahan:
  • Urine kelinci, manusia atau binatang 5 liter
  • Terasi 10 gram
  • Jahe 1 ons
  • Kunyit 1 kg
  • Susu 1 liter
  • Gula jawa 1 kg
Cara pembuatan:
Semua bahan dicampur dan disaring, kemudian difermentasikan selama 10 hari. Setelah itu selama 2 hari berikutnya tiap 2 jam dibuka. 2 hari berikunya tiap 2 jam dibuka. 3 hari berikutnya 2 jam dibuka.

PUPUK ORGANIK CAIR PERANGSANG PERTUMBUHAN DAN BUAH



Bahan bahan :
- Mangga matang = 1 buah
- Pepaya matang = 1 buah
- Pisang ambon = 2 buah
- Nenas = 1 buah
- Tomat = 1,4 kg
- EM4 = 2 tutup botol
- Yakult = 1 botol
- Gula = 5 sendok makan
- Air = 1 liter.
Bila bahan bahan sudah terkumpul semua berikut cara pembuatannya,
pertama tama bahan bahan seperti mangga matang, pepaya matang, pisang ambon, nanas dan tomat di blender sampai halus, dan perlu di ketahui untuk buah nanasnya harus di kupas dulu kulitnya
setelah di blender masukan semua bahan di bak atau ember atau drum, pokoknya terserah anda yang penting bisa menampung bahan bahan tadi. Setelah itu campur dengan air 1 liter tadi dan aduk hingga merata,
setelah di aduk hingga merata kemudian di peras untuk di ambil cairannya atau airnya, dan Air perasan tersebut ditutup rapat permentasikan dengan cambuaran EM4, yakult dan gula dan diamkan selama minimal  2 minggu.
untuk cara Aplikasi atau penggunaan Semprotkan pada saat umur tanaman 10 dan 25 hari lalu pada saat tanaman memunculkan bunga pertama, untuk Dosis 250 cc / 15 liter air.
SELAMAT MENCOBA SEMOGA BERHASIL

Minggu, 09 Juni 2013

SOLUSI MENSWASEMBADAKAN SEKTOR PANGAN

Solusi dan salah satu cara untuk menswasembadakan sektor pangan adalah :

1. Perlu adanya keberpihakan dan kebijakan pemerintah dalam upaya peningkatan swasembada pangan yang mencakup perlindungan petani,lahan ,anggaran dan pangsa pasar yang terprogram dan terencana dengan baik yang tertuang dalam undang-undang (diundang-undangkan).
2. Peningkatan  hasil pertanian baik melelui intensifikasi ataupun ekstensifikasi lahan pertanian .
3. Peningkatan tehnologi dan sumber daya manusia yg mengacu pada peningkatan hasil-hasil produk pertanian yang berkualitas dan ramah lingkungan
4. Perlindungan lahan-lahan produktif dari pengalih fungsian tata guna lahan.
5. Proteksi dan perlindungan pangsa pasar hasil-hasil produk pertanian
6. Mobilisasi pertanian yang  mengacu pada ketahanan pangsa pasar yang sesuai dengan kondisi lingkungan ditiap tiap daerah.
7.Membuka dan meningkatkan peluang pangsa pasar baru baik lokal maupun mancanegara.
8.Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya menanam, bertani dan beternak.
9. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan cinta produk produk dalam negeri sendiri.
10. Dan lain sebagainya

Rabu, 15 Februari 2012

CARA MEMBUAT PAKAN TERNAK

Cara Membuat Pakan Ikan

Teknik pembuatan pelet ikan


Pelet adalah sekumpulan bahan tertentu yang dihaluskan kemudian dipadatkan dicetak menurut ukuran tertentu. Keuntungan pelet meningkatkan konsumsi dan efesiensi pakan dibanding dengan pakan alami.
Saya akan menuliskan berdasarkan apa yang telah saya coba.

Bahan bahan yang bisa digunakan untuk membuat pelet:

Bahan yang berprotein

Bahan yang mudah didapat didaerah masing masing pembaca misalnya

1. Tepung ikan rucah. Saat ini ikan seperti ini juga untuk daerah tertentu sudah menjadi komoditas yang digunakan untuk capuran terasi udang, makanan bebek dan untuk pakan ternak yang dibuat menjadi tepung.Cara membuatnya ikan di jemur atau di oven sampai kering kemudian ikan yang sudah kering dihaluskan dengan menggunakan mesin penepung.Protein ikan rucah ini sangat tergantung pada jenis ikannya. makin kecil ikannya makin tinggi proteinnya dan semakin putih dagingnya makin tinggi juga proteinnya. Protein ikan rucah berkisar antara 40% - 65%.Tepung ikan ini biasanya digunakan minimal 10% - 20%. Jenis ikan sangat menentukan berapa banyak tepung ikan yang digunakan . Ikan karnivora membutuhkan lebih banyak tepung ikan dibanding ikan herbivora.
2. Tepung kepala udang. Didapat dari perusahaan pengolahan udang, cara membuat dikeringkan sampai kering kemudian dihaluskan .Protein tepung kepala udang 35% - 45%. Penggunaannya sama dengan tepung ikan.
3. Tepung tulang
4. Tepung jeroan ayam sapi atau sejenisnya.
5. Semua bahan digunakan sesuai kebutuhan protein pelet yang diinginkan.

Bahan yang mengandung pati (untuk perekat)

1. Tepung gaplek (singkong yang dikeringkan) kemudian dihaluskan hingga menjadi tepung. Pemakainya hanya 10% - 20%.
2. Tepung onggok adalah limbah dari pembuatan tapioka, Pemakaiannya 10% - 30%
3. Tepung tapioka Pemakaiannya 10% - 20%.
4. Tepung jagung Jagung pipilan kemudian ditepung halus. Pemakaiannya juga 10% - 20%.
5. Tepung polar katulnya gandum selain untuk gelatinasi tepung ini mempunyai kandungan protein 13% - 15%. Pemakaiannya 20% - 30%.

Bahan lainya

1. Dedak halus mempunyai kandungan protein 11% - 13%. Pemakaiannya maksimal 30%.
2. Bungkil kedelai mempunyai kandungan protein cukup tinggi 45% - 54%. Pemakaiannya 20% - 40%.
3. Bungkil kelapa mempunyai kandungan protein 15% - 17%.
4. minyak ikan Pemakaiannya max 10% apabila melebihi akan mengganggu proses gelatinasi.
5. Mineral dan vitamin mineral yang dipakai yaitu nacl atau garam dapur. Pemakaiannya 1% -2% . Calsium karbonat atau kapur Pemakaiannya 1% - 3%. Vitamin yang dipakai yaitu vitamin B komplek dan vitamin .

Alat alat yang digunakan


1. Mesin penepung mempunyai fungsi untuk menghaluskan bahan bahan yang akan digunakan
2. Mesin pengaduk atau mixer mempunayi fungsi untuk mengaduk semua bahan yang akan digunakan.
3. Mesin ekstruder atau pencetak pelet berfungsi untuk mencetak pelet sesuai dengan yang dikehendaki biasanya mulai dari ukuran 2mm,3mm,5mm - 10mm.


Cara pembuatannya

Cara konvensional

Buat lem yang dibuat dari tepung tapioka 10% dari total bahan yang akan dibuat. Semua bahan yang telah halus ditimbang kemudian dituang kemesin aduk atau mixer, kemudian dicampur dengan adonan lem disini penulis tidak menguraikan secara rinci bahan bahannya karena dalam prakteknya sangat disesuaikan dengan pelet yang akan dibuat. Bahan yang telah kenyal tersebut di tuang kemesin cetak untuk dicetak dengan ukuran sesuai keinginan, mesin cetak yang penulis coba adalah mesin giling daging. bentuknya silinder dengan panjang 1cm dan diameter 3mm. Setalah dicetak pelet masih lembek masih harus dikeringkan dijemur oleh matahari selama 2 hari. Namun pelet yang dibuat seperti ini tidak bisa menjadi pelet apung.

Cara dengan ekstruder sistem kering

Bahan bahan ditimbang sesuai dengan komposisi pelet yang akan dibuat (tegantung pelet yang dibuat untuk ikan jenis karnivora atau herbivora atau yang lainnya).kemudian bahan dituang ke mesin aduk atau mixer,perlu penambahan cairan dan minyak ikan sesuai keinginan.Setelah dimixer selama 10 menit dan adukan benar benar rata( adukan tidak menjadi adonan seperti cara konvesional). Kemudian adukan dicetak dengan mesin ekstruder sistem kering seperti yang ada dipabrik penulis .pelet yang keluar dari mesin ekstruder ini langsung kering hanya perlu diangin - angin kan dengan kipas angin setelah itu pelet siap dipacking dan dipasarkan. Selamat mencoba?
  1. Bagi rekan rekan yang membutuhkan bahan bahan untuk pembuatan pakan baik pakan unggas, pakan ikan ataupun pakan ternak lainnya . Kami memproduksi:
    1. Tepung cangkang kerang laut
    Harga:
    - Halus Rp.900/kg
    - Kasar Rp.600/kg
    2. Tepung rajungan
    Harga:
    - Halus Rp. 5500/kg
    - Menir Rp. 5000/kg
    3. Tepung ikan
    Harga Rp. 5000/kg
    4. Garam lokal
    Harga:
    - Krosok 850/kg
    - Halus 1000/kg
    Hub : Suyono
    082110189937
    BalasHapus

Jumat, 03 Juni 2011

CARA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK KOMPOS

 

Pembuatan Pupuk Dengan Bantuan Bakteri EM4

Membuat pupuk Effective Microorganisme atau EM
Pupuk EM adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat meningkatkan kualitas tanah.

Beriikut langkah-langkah pembuatan pupuk menggunakan EM :
Pembuatan bakteri penghancur (EM).
Bahan-bahan :

* Susu sapi atau susu kambing murni.
* Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.
* Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1 kg Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air bersih.
Alat-alat yang diperlukan :

Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas.
Cara pembuatan :

* Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati.
* Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.
* Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.
* Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.
* Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket.

Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri. Link: http://petanidesa.wordpress.com/2007...roorganism-em/
Cara Pembiakan Bakteri

Untuk menghemat biaya, bibit bakteri EM4 yang dibeli di toko atau koperasi Saprotan dapat dikembangbiakkan sendiri, sehingga kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan yang ada dapat dipenuhi. Adapun prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah sebagai berikut:
Bahan dan Komposisi:

1 liter bakteri
3 kg bekatul (minimal)
¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu)
¼ kg terasi
5 liter air
Alat dan Sarana:

Ember
Pengaduk
Panci pemasak air
Botol penyimpan
Saringan (dari kain atau kawat kasa)
Cara Pembiakan:

Panaskan 5 liter air sampai mendidih.
Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.
Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan).
Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari.
Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit.
Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend ari udara).
Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.
Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.
Menakar Komposisi Kandungan EM4
HORISON
OLEH: WAYAN NITA
Teknologi EM (Effective Mikroorganism) dapat digunakan dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, lingkungan, kesehatan dan industri. Meski sudah banyak kalangan masyarakat yang menggunakan tapi tidak banyak yang tahu tentang EM, komposisi kandungan, fungsi dan jenis-jenis EM.
EM merupakan campuran dari mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima kelompok, 10 Genius 80 Spesies dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies. EM berupa larutan coklat dengan pH 3,5-4,0. Terdiri dari mikroorganisme Aerob dan anaerob. Meski berbeda, dalam tanah memberikan multiple efect yang secara dramatis meningkatkan mikro flora tanah. Bahan terlarut seperti asam amino, sacharida, alkohol dapat diserap langsung oleh akar tanaman.
Kandungan EM terdiri dari bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomicetes, ragi dan jamur fermentasi. Bakteri fotosintetik membentuk zat-zat bermanfaat yang menghasilkan asam amino, asam nukleat dan zat-zat bioaktif yang berasal dari gas berbahaya dan berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara. Bakteri asam laktat berfungsi untuk fermentasi bahan organik jadi asam laktat, percepat perombakan bahan organik, lignin dan cellulose, dan menekan pathogen dengan asam laktat yang dihasilkan.
Actinomicetes menghasilkan zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Ragi menghasilkan zat anti biotik, menghasilkan enzim dan hormon, sekresi ragi menjadi substrat untuk mikroorganisme effektif bakteri asam laktat actinomicetes. Cendawan fermentasi mampu mengurai bahan organik secara cepat yang menghasilkan alkohol ester anti mikroba, menghilangkan bau busuk, mencegah serangga dan ulat merugikan dengan menghilangkan pakan.
Fungsi EM untuk mengaktifkan bakteri pelarut, meningkatkan kandungan humus tanahlactobonillus sehingga mampu memfermentasikan bahan organik menjadi asam amino. Bila disemprotkan di daun mampu meningkatkan jumlah klorofil, fotosintesis meningkat dan percepat kematangan buah dan mengurangi buah busuk. Juga berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara, menghasilkan senyawa yang berfunsi antioksidan, menekan bau limbah, menggemburkan tanah, meningkatkan daya dukung lahan, meningkatkan cita rasa produksi pangan, perpanjang daya simpan produksi pertanian, meningkatkan kualitas daging, meningkatkan kualitas air dan mengurangi molaritas Benur.
Jenis-jenis EM yang ada seperti EM1 yang berupa media padat berbentuk butiran yang mengandung 90% actinomicetes. Berfungsi untuk mempercepat proses pembentukan kompos dalam tanah. EM2 terdiri dari 80 species yang disusun berdasarkan perbandingan tertentu.
Berbentuk kultur dalam kaldu ikan dengan pH 8,5. dalam tanah mengeluarkan antibiotik untuk menekan patogen. EM3 terdiri dari 95% bakteri fotosintetik dengan pH 8,5 dalam kaldu ikan yang berfungsi membantu tugas EM2. Sakarida dan asam amino disintesa oleh bakteri fotosintetik sehingga secara langsung dapat diserap tanaman. EM4 terdiri dari 95% lactobacillus yang berfungsi menguraikan bahan organik tanpa menimbulkan panas tinggi karena mikroorganisme anaerob bekerja dengan kekuatan enzim. EM5 berupa pestisida organik.
Mari membuat kompos skala rumah tangga
Salah satu dari pola hidup hijau yang dapat kita laksanakan adalah mengelola sampah organic rumah tangga, dengan membuatnya menjadi kompos.

Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sampah organic organic.
Pembuatannya tidak terlalu rumit, tidak memerlukan tempat luas dan tidak memerlukan banyak peralatan dan biaya. Hanya memerlukan persiapan pendahuluan, sesudah itu kalau sudah rutin, tidak merepotkan bahkan selain mengurangi masalah pembuangan sampah, kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sendiri, tidak perlu membeli.

Kompos berguna untuk memperbaiki struktur tanah, zat makanan yang diperlukan tumbuhan akan tersedia. Mikroba yang ada dalam kompos akan membantu penyerapan zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Tanah akan menjadi lebih gembur. Tanaman yang dipupuk dengan kompos akan tumbuh lebih baik. Hasilnya bunga-bunga berkembang, halaman menjadi asri dan teduh. Hawa menjadi segar karena oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan.

Bagaimana Kompos Terjadi

Sampah organic secara alami akan mengalami peruraian oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur. Proses peruraian ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara dan kelembaban. Makin cocok kondisinya, makin cepat pembentukan kompos, dalam 4 – 6 minggu sudah jadi. Apabila sampah organic ditimbun saja, baru berbulan-bulan kemudian menjadi kompos. Dalam proses pengomposan akan timbul panas krn aktivitas mikroba. Ini pertanda mikroba mengunyah bahan organic dan merubahnya menjadi kompos. Suhu optimal untk pengomposan dan harus dipertahankan adalah 45-65C.Jika terlalu panas harus dibolak-balik, setidak-tidaknya setiap 7 hari.
Peralatan

Di dalam rumah ( ruang keluarga, kamar makan ) dan di depan dapur disediakan 2 tempat sampah yang berbeda warna untuk sampah organic dan sampah non-organic. Diperlukan bak plastic atau drum bekas untuk pembuatan kompos. Di bagian dasarnya diberi beberapa lubang untuk mengeluarkan kelebihan air. Untuk menjaga kelembaban bagian atas dapat ditutup dengan karung goni atau anyaman bambu. Dasar bak pengomposan dapat tanah atau paving block, sehingga kelebihan air dapat merembes ke bawah. Bak pengomposan tidak boleh kena air hujan, harus di bawah atap.
Cara Pengomposan
- Campur 1 bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
- Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan dicampur. Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak ( ayam atau sapi ) dapat pula dicampurkan .
- Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selapis misalnya setiap 2 hari ditambah sampah baru. Setiap 7 hari diaduk.
- Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos, sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal, kompos sudah jadi.
- Jika perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.

Keberhasilan pengomposan terletak pada bagaimana kita dapat mengendalikan suhu, kelembaban dan oksigen, agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang optimal untuk berkembang biak, ialah makanan cukup (bahan organic), kelembaban (30-50%) dan udara segar (oksigen) untuk dapat bernapas.
Sampah organic sebaiknya dicacah menjadi potongan kecil. Untuk mempercepat pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.
Cara Membuat Pupuk Cair Organik
Bahan dan Alat:
1 liter bakteri
5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
30 kg kotoran hewan
Air secukupnya
Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat
Cara Pembuatan:
Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.
Kegunaan:

Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.
Cara Membuat Pupuk Hijau Organik
Pupuk Hijau: adalah pupuk organik yang terbuat dari sisa tanaman atau sampah yang diproses dengan bantuan bakteri.
Bahan dan Komposisi:

200 kg hijau daun atau sampah dapur.
10 kg dedak halus.
¼ kg gula pasir/gula merah.
¼ liter bakteri.
200 liter air atau secukupnya.
Cara Pembuatan:

Hijau daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi.
Campurkan dedak halus atau bekatul dengan hijau daun.
Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air.
Masukkan bakteri ke dalam air. Campurkan dengan cairan gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata.
Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran hijau daun/sampah+bekatul. Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan ditutup rapat.
Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap digunakan.




JUAL PUPUK KOMPOS DAN PUPUK ORGANIK CAIR
Harga : 
-Pupuk Kompos        : 1000/Kg
-Pupuk Organik Cair : 6000/Botol Netto 300ml
Hub    : SUYONO 
HP      : 082110189937

Minggu, 13 Februari 2011

Mati Surinya Usaha Agrobisnis Di Negeri Ini

Indonesia merupakan negara agraris  yang sangat cocok dalam pengembangan dan pembangunan usaha dibidang agrobisnis baik pertanian, perikanan, dan peternakan.Hal ini sesuai dengan keadaan lingkungan alam, yang memiliki iklim tropis, juga ketersediaannya  sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki.
Namun peluang pengembangan dan pembangunan usaha dibidang agrobisnis belum begitu optimal.Hal ini terbukti dengan masih banyaknya kekurangan akan produk-produk agrobisnis didalam negeri yang mampu kita produksi,serta belum begitu maksimalnya hasil-hasil  produksi usaha  agrobisnis dalam negeri dalam pemenuhan kebutuhan baik pasaran lokal maupun pasar luar negeri.
Jika kita lihat potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada, kita cukup potensial untuk pengembangan dan pembangunan di sektor usaha bidang agrobisnis.
Namun saat ini sektor usaha agrobisnis di indonesia tidak seperti sebelumnya beberapa tahun kebelakang, Agrobisnis di negeri ini seakan mengalami mati suri. Hidup segan mati tak mau.
Banyak faktor dan penyebab mati surinya usaha agrobisnis di negeri ini, yang salah satu diantaranya adalah:
- Kurangnya kepeduliaan dan keseriusan baik  pemerintah maupun suasta  dalam penanganan membangun dan mengembangkan sektor usaha dibidang agrobisnis.Baik berupa bantuan modal,pelatihan,  bimbingan dan penyuluhan ataupun pemasaran hasil-hasil produk usaha agrobisnis.
- Monopoli dan kapitalisasi dibidang pertanian menyebabkan tingginya harga-harga  kebutuhan penunjang sektor agrobisnis seperti pupuk, benih, bibit,pakan dan obat-obatan,yang tidak sebanding dengan harga jual hasil produk sektor agrobisnis yang dihasilkan.
- Tidak adanya proteksi, jaminan dan perlindungan bagi para petani sebagai pelaku agrobisnis terhadap usaha yang dilakukan, baik berupa hasil panen, terlebih-lebih gagal panen, menyebabkan banyak petani yang mengalami kerugian dan gulung tikar.

Itulah beberapa faktor mati surinya agrobisnis dinegeri ini.Sehingga usaha dibidang agrobisnis seakan setaknasi,mati segan, majupun takbisa karena tidak adanya kepedulian dan pembelaan terhadap para petani sebagai pelaku sektor agrobisnis, baik oleh pemerintah atau suasta. Sehingga apa yang dilakukan petani saat ini hanya menjalankan kewajiban dan kebiasaannya  semata yakni hanya bertani dan  berternak , yang notabennya tidak menguntungkan dan hanya menguntungkan beberapa pihak saja.
Oleh karena itu untuk memajukan sektor agrobisnis dinegeri ini,sudah merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua, demi terciptanya ketahanan pangan dan suasembada pangan seperti  yang diharapkan.Sehingga diharapkan pengembangan dan pembangunan usaha agrobisnis dapat mendorong sektor-sektor usaha lainnya.Tanpa keberpihakkan dan keterlibatan berbagai pihak, kemajuan sektor usaha  agrobisnis dinegeri ini hal yang mustahil tercapai,terlebih-lebih dalam kondisi saat ini, yang kurang akan produk-produk usaha hasil agrobisnis.
Haruskah kita menunggu kekurangan dan kelaparan dinegeri yang subur.