Rabu, 15 September 2010

Waspadai Gerakan Pembodohan Dibidang Agrobisnis

 Seiring berkembangnya tehnologi yang ditandai dengan  semakin canggihnya alat  komunikasi dan media telekomunikasi .Informasi, iklan  dan berita yang dengan mudah dan cepat kita dapatkan,bukan saja berdampak positif  , tapi juga bisa berdampak negatif bagi penerimanya .Oleh karena itu kita harus pandai-pandai menerima dan menyerap informasi serta masukan yang kita dapatkan, dengan memilah dan  meneliti serta jangan memakannya mentah-mentah setiap informasi dan masukan yang kita dapatkan, karena boleh jadi itu merupakan gerakan pembodohan dan penipuan yang berusaha mengelabui dan menjebak kita dengan berbagai bujuk rayu keuntungan yang menggiurkan.

Upaya gerakan pembodohan saat  ini bukan hanya menyerang dan menimpa usaha dibidang jasa dan perdagangan pada umumnya, tapi telah mengarah kearah  dibidang usaha  agrobisnis baik pertanian, perikanan, maupun peternakan. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya informasi  berita dan iklan dibidang usaha agrobisnis dan pertanian yang tidak realistis baik dari segi nilai barang ,distribusi,,nilai guna dan manfaat . Yang notabennya hanya sebatas menipu dan mengelabui kita dengan bujuk rayu keuntungan yang menggiurkan dengan mengajak  bidang usaha agrobisnis  yang ditawarkan.
Banyak contoh kasus yang  memakan korban dari upaya gerakan ini, dan tidak sedikit mereka yang merasa tertipu dan terjebak terjun didalamnya dengan iming -iming keuntungan  laba menggiurkan dengan tawaran usaha agrobisnis  yang ditawarkan, tapi kenyataannya hanya kerugian dan penyesalan yang didapatkan , ketika  terjun didalamnya.
Oleh karena itu hendaklah kita hati- hati dan pandai- pandai memilah informasi, berita dan iklan usaha dibidang  agrobisnis dan pertanian yang kita dapat sebelum kita ikut terjun didalamnya dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
1. Sebelum kita mengikuti  usaha dibidang usaha agrobisnis dan pertanian dari informasi yang kita dapatkan  hendaklah kita pelajari dulu :
- Sesuaikah jenis barang dan nilai barang dengan manfaat dan kegunaannya di masyarakat.
- Kemanakah pemasarannya dan peruntukkannya serta berapa besar peluang pasarnya
- Seberapa besar kesulitan dalam pengembangan usaha agrobisnis  yang akan kita ikuti.
- Cocokkah usaha agrobisnis dan pertanian yang akan kita ikuti dengan kondisi lingkungan alam didaerah sekitar kita.
- Bagaimanakah kelancaran ketersediaan bibit dan benih serta distribusinya, baik kelancaran produk, alat , bahan baku, sarana  dan prasarana  penunjangnya, seperti benih, pakan, pupuk, obat-obatan, dan sebagainya
- Dll
2. Jangan mudah percaya dan tergiur dengan tawaran usaha dibidang agrobisnis dan pertanian yang menawarkan keuntungan yang tidak realistis tanpa kita tahu distribusi, pangsa pasar dan manfaatnya.
3. Dalam usaha dibidang usaha agrobisnis dan pertanian, hendaklah kita jangan hanya latah mengikuti tren dan musim tanpa kita tahu lebih jauh dampak dan resiko yang akan kita hadapi. Usahakan  kita yang menciptakan tren dan musim, bukan yang menjadi korban trend dan musim Karena seperti kita ketahui semakin banyak ketersediaan barang semakin kecil peluang pemasarannya dan semakin rendah nilai jual barang.Itulah hukum pasar.
4. Apa resiko yang akan kita hadapi, bagaimana tingkat kesulitannya, dan bagaimana cara mengantisipasinya.
5. Dan Lain-lain
Itulah beberapa masukan dan pertimbangan sebelum kita terjun dan menggeluti usaha agrobisnis  yang akan kita geluti sebelum kita terjun didalamnya, agar kita tidak tertipu dan terjebak dalam usaha agrobisnis  yang merugika.

Demikian artikel ini kami buat, semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat dijadikan bahan masukan dan pertimbangan sebelum kita  terjun didalam usaha dibidang agrobisnis dan pertanian.
Akhirnya saya penulis mengharapkan masukan, kritik dan sarannya , baik dalam bentuk coment atau sebagainya demi  kesempurnaan tulisan ini.
Salam sukses.

Senin, 28 Juni 2010

Ayo Budayakan Menanam Dan Beternak Sekarang ?

Menanam merupakan pekerjaan yang mudah dan hampir setiap individu manusia mampu melakukannya, tapi tidak semua setiap individu manusia mau melakukan hal ini.
Padahal kalau kita kaji lebih jauh, banyak manfaat dan keuntungan yang akan kita dapati dari hasil menanam dan beternak.
Berikut beberapa manfaat yang didapatkan dari menanam:
- Menjaga kelestarian lingkungan hidup dan ekosistem
- Mempunyai nilai ekonomis
- Dapat dijadikan sebagai daerah resapan airu untuk menanggulangi banjir dan longsor.
- Menciptakan ketahanan pangan dan suasembada pangan.
- Mengurangi pemanasan global atau global warming.
- dll
Coba bayangkan andai di negeri yang kita cintai ini tidak ada sejengkal tanahpun yang terbengkalai dengan sia-sia ,mungkin negari ini akan subur dan makmur, karena hampir tidak ada sebatang pohonpun yang sia-sia dan tidak bermanfaat di dunia ini.
Sementara itu kalu kita kaji lebih jauh, negeri kita kaya akan keanakaragaman sumber daya alam hayati.hingga pepatah mengatakan negeri kita adalah negeri yang subur, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. yang cocok untuk pengembangan dibidang pertanian, peternakan dan kehutanan.
Namun sangat disayangkan,  kita belum begitu maksimal memanfaatkan sumber daya alam yang kita miliki secara optimal, sehingga kita jauh tertinggal dengan negara-negara lain yang notabennya sumber daya alamnya kurang begitu maksimal dan jauh dibawah negeri kita.
Sungguh sebuah dilema. ini salah dan  dosa siapa?
Akankah kita  kelaparan dan kekurangan di negeri yang subur?
Bukankah ini sangat ironis dan memilukan jika hal ini sampai terjadi dan menimpa negeri kita tercinta ini.
Sementara itu menurut perkiraan dan pemikiran para ahli dibidang pangan  dunia, tahun 2020 penduduk dunia akan mengalami krisis pangan dan kekurangan akan produk-pruduk pertanian, peternakan dan perhutanan. Sementara itu, negeri yang kita cintai ini merupakan negeri yang cocok untuk memproduksi dan menghasilkan produk-produkpertanian, peternakan dan kehutanan untuk mencukupi kebutuhan akan pangan dunia..
Mengapa kita tidak menyiasati dan menyikapi kesempatan dan peluang yang ada?
Andai saja kita mampu menyiasati dan menyikapi hal ini ,dengan menswasembadakan pertanaian, peternakan dan tanaman, mungkin kita tidak akan jauh tertinggal dengan negera-negara maju lainnya yang lebih mengutamakan pengembangan produk-produk dibidang tehnologi.
Biarlah kita kalah dan jauh tertinggal dalam bidang industri dan tehnologi modern tapi kita menang dan suasembada pangan dalam bidang pertanian,peternakan dan kehutanan. Bukankah sektor pangan adalah sektor yang utama yang dibutuhkan setiap individu manusia.
Oleh karena itu dalam rangka mendukung program pemerintah dalam upaya mencapai suasembada pangan dan program dunia dalam upaya mengantisipasi krisis pangan dan upaya menanggulangi pemanasan global, mari kita gerakan budaya menanam. Jangan biarkan sejengkal tanahpun di negeri tercinta ini ,yang ada disekitar kita terbengkalai dan sia-sia begitu saja.
Ayo mulai sekarang kita memulai gerakan budaya menanam dan berternak ,baik menanam tanaman bunga, buah ,pertanian,ataupun pelindung dan berternak hewan-hewan  konsumsi demi terciptanya swasembada pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Ayo menanam sekarang?
Cipatakan  kesejahteraan dan swasembadakan pangan, majulah Negeriku, majulah Bangsaku , Jayalah Indonesiaku , mari menciptakan ketahanan pangan dengan budaya menanam dan beternak..

Selasa, 05 Januari 2010

Percepatan Pembangunan Kawasan Pedesaan

Jumlah penduduk Indonesia lebih dari 250 juta jiwa, dan lebih dari 3/4 jumlah penduduk kita mayoritas tinggal di pedesaan.
Oleh karena itu untuk mencapai kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia seperti yang tercantum dalam landasan negara pancasila sila dan undang-undang dasar 1945 sila ke 5 dan pasal 33, maka perlu adanya pemerataan pembangunan kawasan pedesaan atau disebut percepatan pembangunan kawasan pedesaan.
Tujuan dari percepatan pembangunan kawasan pedesaan adalah :
1. Percepatan Pembangunan kawasan pedesaan bertujuan untuk Pemerataan pembangunan untuk menghindari kecemburuan dan kesenjangan antara penduduk pusat dan daerah.
2. Percepatan pembangunan kawasan pedesaan dapat mencegah dan menghindari kecemburuan dan kesenjangan sosial. antara penduduk daerah yang umumnya tinggal di pedesaan dan pusat yang umumnya tinggal di perkotaan.
2. Dengan adanya percepatan pembangunan kawasan pedesaan dapat mengurangi dan menekan tingkat urbanisasi penduduk pedesaan ke perkotaan yang dapat membawa dampak kerawanan sosial .
3. Percepatan pembangunan kawasan pedesaan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk dan mengurangi jumlah penduduk miskin, Karena penduduk miskin atau penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan umumnya tinggal dikawasan pedesaan dan terpencil.
4. Percepatan Pembangunan kawasan pedesaan dapat meningkatkan pendapatan negara, seiring meningkatnya roda perekonomian sebagian besar jumlah penduduk.
5. Percepatan pembangunan kawasan pedesaan dapat mendorong laju perekonomian lainnya. Hal ini karena sebagian besar bahan baku baik industri atau kerajinan biasanya ada dan terdapat di pedesaan.
6. Percepatan Pembangunan kawasan pedesaan dapat meningkatkan dan menjaga ketahanan pangan nasional, hal ini karena sumber sumber bahan pangan umumnya banyak terdapat di daerah dan pedesaan.
7. Percepatan Pembangunan kawasan pedesaan dapat meningkatkan stabilitas keamanan negara. karena meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat sehingga masyarakat tidak mudah terhasut dan terprovokasi karena dorongan faktor ekonomi dan pangan.
8. Percepatan pembangunan kawasan pedesaan merupakan amanat yang tercantum dalam pancasila sila ke 5 dan undang-undang dasar 1945 pasal 33.
9. Percepatan pembangunan kawasan pedesaan merupakan perwujudan dari ekonomi kerakyatan, karena membangun sendi-sendi ekonomi yang dilakukan sebagian besar masyarakat.
10.dll.

Sasaran Percepatan Pembangunan Kawasan Pedesaan.
Sasaran percepatan pembangunan kawasan pedesaan adalah :
- Membangun sendi-sendi ekonomi masyarakat pedesaan guna meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan dengan menggali seluruh potensi sumber daya yang ada di tiap daerah sesuai dengan potensi daerahnya, baik potensi sumber daya alam maupun potensi sumber daya manusia.
- Meningkatkan dan memajukan potensi daerah yang telah ada di daerah, menjadi lebih baik dan maju.
- Membangun sarana dan prasarana infrastruktur maupun non infrastruktur yang dapat mendorong percepatan pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan.
- Meningkatkan tingkat kualitas sumber daya manusia.
- Meningkatkan potensi sumber daya alam, dengan menggali potensi kekayaan sumber daya alam yang ada untuk lebih produktif dan maksimal demi kesejahteraan rakyat.

Tehnik Pelaksanaan Pembangunan Percepatan Kawasan Pedesaan
Secara garis besar tehnik percepatan pembangunan kawasan pedesaan adalah membangun infrastruktur dan non infrastruktur di kawasan pedesaan yang meliputi pembangunan dibidang sandang, pangan , papan, pendidikan dan kesehatan yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat dengan berdasarkan azas-azas pembangunan dengan cara :
- Membuat perundang - undangan khusus Desa yang berkaitan tentang otonomi Desa serta implementasi tata cara dan mekanisme percepatan pembangunan kawasan pedesaan.
- Alokasi anggaran khusus baik dari Anggaran Negara atau Anggaran Daerah baik propinsi , kabupaten dan kota untuk pengalokasian Pembangunan Percepatan kawasan Pedesaan.
- Meningkatkan APAD Desa.
- Membangun sendi sendi ekonomi masyarakat pedesaan serta sarana dan prasarana infrastruktur dan non infra struktur yang mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan sesuai dengan potensi yang ada di daerahnya.
- Pembinaan, pendidikan dan pelatihan masyarakat pedesaan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia masyarakat pedesaan.
- Pengawasan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme serta hal-hal yang menghambat jalannya pelaksanaan percepatan pembangunan kawasan pedesaan.
- Undang - undang investasi dan penanaman modal di daerah dan pedesaan yang mendorong percepatan pembangunan kawasan pedesaan .

Sasaran Pembangunan Percepatan Kawasan pedesaan

Sendi-sendi yang perlu dibangun dalam rangka percepatan pembangunan kawasan pedesaan di sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan daerahnya sesuai dengan potensi Sumber Daya Alam dan Potensi Sumber Daya Manusia yang ada di daerahnya dengan mengutamakan dan mengedepankan pembangunan ekonomi serta kebutuhan pokok masyarakat yang meliputi kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan serta sarana dan prasarana baik infrastruktur maupun non infrastruktur yang mendukung dan mendorong terwujudnya hal tersebut di atas.

Dengan terlaksananya dan terwujudnya percepatan pembangunan kawasan pedesaan diharapkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi rakyat indonesia seperti yang di cita-citakan bersama yang tertuang dalam Pancasila dan Undang-udang dasar 45 diharapkan dapat terwujud.

Oleh karena itu untuk mewujudkan hal ini perlu adanya dukungan, kerja sama dan partisipasi antara lembaga tinggi dan lembaga tertinggi negara dan rakyat untuk bersama sama menyamakan persepsi satu visi dan satu misi demi kemajuan bangsa. antara Pemerintah , legislatif dan rakyat.

Karena seperti kita ketahui bersama kemajuan suatu bangsa sangat bergantung antara Pemerintah dan birokrasi nya, legislatif dengan undang - undang dan peraturannya serta partisipasi dan dukungan rakyatnya. Ketiga hal ini tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya antara Pemerintah, undang undang dan aturannya, serta dukungan dan partisipasi rakyatnya untuk mewujudkannya.

Demikian tulisan ini kami buat semoga dapat menjadi bahan masukan dan kajian serta bermanfaat bagi kita semua.
Akhirnya kami penulis mengucapkan kata maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kekeliruan dan kesalahan baik dalam kata- kata atau pun dalam penulisan tulisan ini, dan tidak ada maksud lain dari tulisan ini kecuali demi kemajuan Bangsa dan Negara yang tercinta ini.
Kritik dan saran demi sempurna nya tulisan ini sangat kami harapkan baik melalui komentar atau email dengan alamat email: gendonklayan@gmail.com

Rabu, 11 November 2009

Prospek Agrobisnis

Negara kita adalah negara tropis yang memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan musim hujan, merupakan daerah yang cocok untuk usaha di bidang pertanian dan peternakan atau yang biasa disebut usaha agrobisnis.

Bertani dan beternak merupakan warisan budaya nenek moyang kita yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sejak dahulu kala nenek moyang kita sudah mengenal budaya bertani dan beternak, Karena bertani dan beternak merupakan mata pencaharian yang dilakukan nenek moyang kita sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidup , dan sebagian besar penduduk kita menggantungkan hidup dari usaha bertani dan beternak , sehingga bangsa kita terkenal dengan bangsa petani yang mayoritas penduduknya hidup dari usaha bertani dan beternak ( agrobisnis ).

Seiring dengan pesatnya kemajuan zaman, usaha bertani dan beternak banyak ditinggalkan sebagian besar generasi kita.
Karena beranggapan kuno, kampungan, ketinggalan zaman,kurang prospektif, tidak menguntungkan serta menghasilkan dibandingkan dengan usaha atau kerja di bidang yang lainnya.

Jelas pandangan seperti ini merupakan pandangan yang salah dan keliru, karena usaha di bidang pertanian dan peternakan jauh lebih menguntungkan dan prospektif dibandingkan dengan usaha-usaha atau kerja di bidang yang lainnya.
Berikut ini beberapa alasan yang melatarbelakangi :

1. Porduk-produk komoditi usaha pertanian dan peternakan merupakan kebutuhan pokok baik konsumsi ataupun bahan baku industri

2. Bertambahnya penduduk atau pesatnya laju pertumbuhan penduduk berdampak pada banyaknya permintaan dan kebutuhan akan produk-produk pertanian dan peternakan.

3. Pesatnya laju pertumbuhan penduduk akan berdampak pada sempitnya dan berkurangnya lahan, yang berakibat pada berkurangnya hasil-hasil dari produk pertanian dan peternakan, sehingga kurang terpenuhinya antara kebutuhan dan permintaan dengan pemenuhan kebutuhan dan jumlah produk yang ada. Hingga akan berdampak pada hukum pasar.

4. Kondisi alam yang kurang menentu seperti bencana alam, banjir, kekeringan, longsor dan lain-lainnya berdampak pada berkurangnya produk-produk baik pertanian atau peternakan karena hasil yang kurang maksimal atau gagal panen. Hal ini berakibat pada kurangnya pasokan atau tidak tercukupinya kebutuhan yang ada.

Itulah beberapa alasan yang melatarbelakangi mengapa usaha dibidang pertanian dan peternakan ( agrobisnis ) jauh lebih menguntungkan dan prospektif dibandingkan dengan usaha-usaha dibidang lainnya.

Orang bijak bilang : " Kalau kita belum bisa dan belum mampu membuat atau menjual barang-narang elektronik, mobil, dan alat-alat tehnologi maju lainnya mengapa kita tidak mencoba membuat dan menjual produk-produk pertanian dan peternakan ( agrobisnis ) yang bisa kita lakukan jika itu lebih menguntungkan ".

Selasa, 27 Oktober 2009

Tips Menanam Pisang Tidak Mati Layu Atau Pugur

Tanaman pisang adalah tanaman yang tidak memiliki kambium dan berbatang basah, yang merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah terserang hama mati layu atau pugur.
Banyak faktor dan penyebab mati layu tanaman pohon pisang yang diantaranya adalah:

- Serangan Hama penyakit baik serangga, cacing, bakteri atau jamur.
- Banjir atau media tanah terlalu lembab.
- Kadar PH yang tidak seimbang sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman.
- Pupuk atau penggunaan obat-obatan yang melebihi kadar dosis yang dibutuhkan.
- Kurangnya pemeliharaan dan perawatan.
- Kurangnya ketersediaan kebutuhan makanan yang dibutuhkan tanaman baik air, sinar matahari, nitrogen, phospor, kalium dan zat-zat mineral tertentu yang dibutuhkan tanaman.
- Bibit tanaman yang tidak sehat atau sudah membawa bibit penyakit.
- Kurangnya tingkat kegemburan tanah.

Berikut ini tips dan cara untuk mengantisipasi dan mencegah mati layu atau pugur pada tanaman pisang, diantaranya adalah :

1. Pilihlah bibit tanaman pisang yang sehat, usahakan yang sudah berbuah.
2. Oleskan disinfektan atau insektisida pada bonggol atau ujung pangkal tanaman,dengan dosis secukupnya.
3. Cangkul dan Gemburkan tanah sebaik mungkin.
4. Buatlah bedeng bedeng pada tanah yang telah di cangkul dan digemburkan secukup mungkin,usahakan jangan sampai terkena banjir atau genangan air.
5. Berilah pupuk pada lubang galian untuk media tanam baik dengan pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk lainnya.Usahakan pupuk yang digunakan tidak melebihi dosis yang dibutuhkan tanaman, serta benar-benar sudah siap untuk tanaman.Lebih baik dibiarkan dulu dalam beberapa hari sebelum ditanam bibit, untuk menghindari kadar panas atau nitrogen yang berlebihan.
6. Berilah insektisida untuk tanah pada media tanam seperti puradan atau yang sejenisnya.
7. Berilah kapur pada media tempat tanam secukupnya untuk menghindari tingkat PH keasaman tanah yang berlebihan.
9. Bersihkan pelepah atau daun pohon pisang yang telah kering.
10.Peliharalah tanaman dengan baik usahakan tanaman tidak kekurangan akan pupuk atau sari makanan, kadar air dan sinar matahari.Pada musim kemarau usahakan penyiraman dilakukan setiap hari.
11.Beri insektisida tanah minimal 2 bulan sekali untuk mencegah serangan hama penyakit baik dari batang, buah dan dari dalam tanah.
12.Usahakan pohon pisang yang dipanen hanya diambil 3 kali buah, selebihnya buang dan gantilah pohon pisang yang telah berbuah 3 kali, di tempat yang baru atau beda tempat.
13. Untuk mempermudah panen dengan menghasilkan buah pertama yang satu arah dengan tanaman yang lainnya, tanamlah bibit pohon bisang dengan pangkal batang menghadap sama dengan tanamn pohon pisang yang lainnya.

Demikian tips dan cara menanam pohon pisang yang lebih menghasilkan dan terhindar dari mati layu atau pugur.
Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba.
Jika anda mengalami kendala, permasalahan, atau sesuatu yang kurang dimengerti dapat menghubungi Kami baik melalui email, meninggalkan pesan pada kotak pesan atau menghubungi lewat tlp dibawah ini.

Suyono ( Gendon )
Email : gendonklayan@gmail.com
Hp : 0231-3310201

Rabu, 14 Oktober 2009

Tehnik Bercocok Tanam

I. Sekilas Tentang Pertanian Dan Bertani.
Bertani merupakan budaya yang diwariskan nenek moyang kita dari generasi kegenerasi, namun akhir-akhir ini seiring dengan berkembangnya jaman , pertanaian dan bertani banyak ditinggalkan sebagian besar kalangan generasi muda sekarang ini, karena berpandangan pekerjaan dan usaha pertanian atau bertani merupakan pekerjaan yang hina rendah dan kurang menguntungkan di bandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang lainnya.
Sudut pandang seperti itu jelas merupakan pandangan yang salah dan keliru, karena banyak orang-orang di sekitar kita yang maju dan sukses menjadi seorang jutawan / konglomerat berkat usaha pertanian dan bertani ( Agrobisnis ), seperti halnya Bob Sadino, Prabowo Subianto, Bob Hasan, Siswono Yudohusodo, Dll. Itulah beberapa contoh orang-orang yang sukses dan berhasil dari usaha pertanian dan bertani.
Peluang usaha pertanian cukup menjanjikan, ini terbukti dengan banyaknya kebutuhan dan permintaan untuk produk-produk pertanian dan hampir semua produk pertanian laku di pasaran , baik berupa pertanian buah, sayur, bunga,pohon pelindung, tanaman obat,dll.
Melihat potensi dan prospek usaha pertanian yang cukup menjanjikan, oleh karena itu usaha pertanian perlu dikembangkan dan ditingkatkan baik secara tekhnologi maupun kualitas mutu.
Untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang mampu bersaing memenuhi kebutuhan pasar, baik domestik maupun luar negeri.
Namun akhir dasawarsa ini, produk pertanian dalam negeri kita belum mampu bersaing memenuhi pangsa pasar exsport dunia, kita kalah bersaing dengan negara-negara yang dulu di bawah kita dalam bidang pertanian. seperti malaysia, thailan, kamboja, dll.
Oleh karena itu untuk mewujudkan kemajuan usaha dibidang pertanian, demi terciptanya swasembada pangan , perlu adanya perhatian dan penanganan yang serius baik pemerintah,swasta, dunia pendidikan, dan segenap lapisan masyarakat, bersama sama untuk ikut membantu pengembangan usaha pertanian demi kemajuan Bangsa.
Dalam upaya mewujudkan hal ini,tulisan ini kami buat,dengan harapan semoga menjadi bahan masukan dan dapat membantu rekan-rekan muda yang berminat untuk menggeluti dan memajukan usaha dibidang pertanian.

II. Manfaat Pertanian Dan Bertani
Manfaat pertanian dan bertani adalah :
- Dapat meningkatkan kesejahteraan dan inkam perkapita masyarakat
- Sebagai lahan usaha dan kerja alternatif yang dapat mengurangi angka pengangguran.
- Tercapai nya swasembada pangan.
- Menciptakan reboisasi dan penghijauan yang dapat mencegah erosi, banjir, kekeringan, dan pemanasan global.
- Dapat menciptakan daerah resapan air.
- Dapat menunjang sektor-sektor usaha lain seperti industri , jasa dan perdagangan.
- Dapat menjadi media hobi dan hiburan.
- Dll.

III. Metode Dan Cara Bertani
Secara garis besar cara dan metode pertanian terbagi dalam :
1. Persiapan lahan
2. Bibit
3. Penanaman
4. Pemeliharaan dan pemupukan
5. Penanggulangan dam pengendalian hama
6. pemanenan

1. Persiapan Lahan.
Sebelum kita bertani dan menanam produk-produk pertanian langkah awal yang harus kita lakukan dan kerjakan adalah mempersiapkan lahan pertanian.
Lahan pertanian yang baik adalah :
- Tanah yang gembur
- Cukup akan ketersediaan akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman seperti zat organik, (Nitrogen, phospor,kalsium, Mangan, seng dll )
- Cukup ketersediaan air
- Cukup ketersediaan sinar matahari
- Bebas dari gulma dan tanaman pengganggu
- Steril bersih dari hama dan penyakit pada tanaman.

2. Bibit
Untuk menghasilkan tanaman yang baik hendaklah kita memilih bibit tanaman yang berkualitas unggul dan sehat, bebas dari hama penyakit , menghasilkan buah dan hasil yang maksimal.
Pembibitan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti :

- Menyemai biji
Menyemai biji biasanya dilakukan untuk jenis2 tanaman yang mempunyai biji dan spora. Umumnya dilakukan pada jenis tanaman berakar tunggang dan berumur relatif pendek.
seperti cabai,bayam, kangkung, pepaya, terong, dll. Tapi untuk jenis-jenis tanaman lain seperti buah yang berumur panjang pembibitan dan bibit melalui biji tidaklah begitu efektif karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan buah seperti pada tanaman buah Nangka, Mangga, Kelengkeng dll.
Lain halnya pada jenis-jenis tanaman pelindung yang lebih condong untuk diambil batang kayu nya seperti pada tanaman Jati, Mahoni, Alba, dll.sebagian besar pembibitan melalui biji.

- Stek
Pembibitan atau bibit melalui stek umumnya dilakukan pada jenis tanaman yang tidak menghasilkan buah dan biji. Jenis tanaman ini biasanya berbatang basah.
Pembibitan cara stek dapat dilakukan melalui menyetek batang atau daunya seperti Ubi Jalar, Ubi Rambat,Bunga Bugenvil , Kedondong,dan lain sebagainya pembibitan dapat menggunakan melalui stek batang pohonnya . Sedangkan untuk jenis tanaman bunga censivera,senia, dll, pembibitan dapat melalui stek daun. Untuk jenis tanaman tertentu pembibitan melalui stek memiliki kelemahan dan membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh dan berbuah khususnya pada jenis2 jenis tanaman buah.

- Mencangkok
Pembibitan melalui mencangkok umumnya lebih cepat tumbuh,berbuah dan berbunga. Namun tidak semua jenis tanaman dapat mudah di cangkok, seperti pada tanaman sukun, pisang , pepaya,dan jenis tanaman lainnya yang sejenis.
Pembibitan melalui sistem mencangkok umumnya dapat dilakukan pada jenis tumbuhan berbatang kayu . Bibit tanaman melalui sistem mencangkok berakar serabut dan mempunyai sifat sama seperti induknya.

- Okulasi
Bibit melalui okulasi atau menempel bertujuan untuk menghasilkan jenis tanaman yang berbeda dengan jenis induknya hingga menghasilkan varietas baru.
Umumnya pembibitan melalui okulasi dilakukan pada jenis tanaman bunga dan buah untuk menghasilkan jenis dan varietas baru.

-Spora
Pembibitan melalui spora dapat dilakukan pada jenis tanaman jamur, pakis, rumput dll. Pembibitan melalui cara ini biasanya menghasilkan bibit tanaman yang lebih banyak dengan jenis dan sifat yang sama menyerupai induknya.

- Stalon atau geragih
Pembibitan melalui stalon atau geragih biasanya tumbuh pada akar yang tertanam seperti pada tumbuhan sukun, sirih dll. Jenis tumbuhan ini biasanya tidak memiliki biji, berbatang basah atau mempunyai akar angin yakni akar yang ada di batang pohon.

- Umbi
Pembibitan melalui umbi dilakukan pada jenis tanaman yang memiliki umbi seperti pada kunyit, lengkuas, ubi, pisang dll.

Untuk jenis- jenis tanaman tertentu pembibitan bukan hanya dapat dilakukan dengan satu macam cara tapi dapat dengan berbagai macam cara seperti dengan biji, mencangkok,okulasi dan stek seperti pada tanaman kedondong, sawo,dll, atau stek dan stalon seperti pada tanaman sirih atau lain sebagainya.

- Kultur Jaringan
Pembibitan melalui kultur jaringan yakni pembibitan melalui sel atau jaringan pada tumbuhan yakni dengan mengambil sel atau jaringan pada tumbuhan untuk dijadikan benih. Pembibitan melalui cara ini biasanya digunakan pada jenis tanaman yang membutuhkan sekala besar atau banyak, karena dengan cara ini bibit tanaman akan lebih cepat diperbanyak, karena hanya menggunakan sel atau jaringan tumbuhan sebagai benihnya.
Pembibitan melalui cara ini belum begitu banyak berkembang di indonesia, karena membutuhkan tehnologi modern ,dan sebagian masyarakat kita belum menguasai metode pembibitan dengan cara ini.
Pembibitan dengan cara kultur jaringan biasanya digunakan pada tumbuhan seperti pisang, pohon jati dan jenis jenis tanaman tertentu yang membutuhkan sekala bibit yang banyak.



3. Penanaman.
 -Untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang baik jarak antara tanaman yang satu dengan yang lainnya harus disesuaikan agar pertumbuhan tanaman normal dan tidak berebut sari makanan dan sinar matahari.
Jarak disesuaikan dengan jenis tanaman yang ditanam dan tingkat kesuburan tanah. Usahakan jarak tanam jangan terlalu dekat atau terlalu jauh, karena jarak tanam yang terlalu dekat pertumbuhan tanaman kurang begitu baik.
Begitupun sebaliknya jarak tanam yang terlalu jauh akan memboros lahan hingga hasil kurang maksimal.
-Menanam bibit usahakan jangan terlalu dalam, karena akan menghambat pertumbuhan
-Menanam bibit usahakan jangan sampai mudah goyang karena dapat mengakibatkan bibit akan layu atau mati.
-Untuk menghindari bibit layu usahakan menanam bibit jangan siang hari usahakan pagi atau sore hari.

4. Pemeliharaan Dan Pemupukan
 Untuk menghasilkan tanaman yang sehat, cepat berbunga, dan berbuah perlu adanya perawatan yang intensif serta pemupukan. Beberapa jenis pemeliharaan diantaranya adalah
- Penyiraman hendaklah dilakukan pada pagi atau siang hari.
- Penyiangan dari tanaman pengganggu seperti rumput,alang-alang , atau yang lainnya
- Pencangkulan untuk menjaga kegemburkan tanah
- Pemupukan untuk menjaga kesuburan tanah, baik dengan pupuk organik atau pupuk kimia.Pupuk yang baik untuk menjaga kesuburan tanah hendaklah menggunakan pupuk organik seperti kompos, kotoran hewan atau pupuk organik cair yang ada di toko-toko pertanian. Untuk menghasilkan tanaman yang baik pemupukan hendaklah disesuikan dengan dosis dan takarannya, karena kebanyakan pupuk akan mengakibatkan kelayuan, pertumbuhan tidak normal,bahkan mengakibatkan tanaman mati karena kelebihan dosis.

5. Pengendalian Hama

- Penyemprotan obat untuk mengantisipasi serangan hama penyakit pada tanaman. Penyemprotan dapat menggunakan insektisida organik atau insektisida kimia dan fungisida tergantung dari jenis serangan hama yang mengganggu dengan menyesuaikan dosis yang tepat. Karena kelebihan dosis akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu seperti layu, daun kering,bahkan tanaman menjadi mati, atau tanaman menjadi beracun dan membahayakan untuk dikonsumsi.
- Peyemprotan pengendalian hama hendaklah dilakukan untuk pencegahan dan dilakukan secara kontinyu , yakni ketika tanaman belum terserang hama penyakit. Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan, karena pengobatan akan mengakibatkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan juga dapat berdampak pada tanaman tidak bisa terobati atau tertolong dan pertumbuhan tidak normal.

6. Pemanenan

- Pemanenan hendaklah pada tanaman atau buah yang sudah benar-benar siap di panen atau matang
- Cara pemanenan jangan sampai mengganggu pertumbuhan tanaman seperti kerontokan daun, batang yang patah atau mengganggu tanaman yang lainnya.
- Pemanenan hendaklah menggunakan alat yang disesuaikan untuk menjaga kerontokan daun dan bunga, kerusakan pada tanaman yang mengakibatkan tanaman menjadi layu atau mati,serta kualitas mutu hasil panen menurun yang berdampak pada berkurangnya nilai ekonomis dari hasil tanaman.


III. Jenis-Jenis Tanaman Pertanian Dan Perkebunan.
a. Menurut Jenis
- Tanaman Buah seperti : Mangga, Sawo, Alpukat, Kelengkeng, Durian, Dll.
- Tanaman Bunga seperti : Bugenvil, Kenanga, Kamboja, Melati, Aglonema, Dll.
- Tanaman Obat seperti : Kunyit, Sirih, Sambilata, Mahkota Dewa, Sereh, Dll.
- Tanaman Sayur seperti : Bayam, Wortel, Kol, Terong, Pare, Kangkung, Dll
- Tanaman perdu Atau Pelindung seperti : Jati, Mahoni, Pinus, Albasia, Dll.
b. Menurut Ketinggian
- Tanaman dataran rendah
- Tanaman dataran sedang
- Tanaman dataran tinggi

IV. Cara Menjaga Dan Memelihara Tanaman Terus Berbunga Dan Berbuah
Untuk menjaga tanaman terus berbunga dan berbuah adalah dengan cara :
1. Usahakan selalu mempermuda tanaman yang kita tanam.
Salah satu penyebab tanaman tidak berbunga dan berbuah atau kurang menghasilkan bunga dan buah adalah karena faktor usia tanaman yang sudah tua. Oleh karena itu untuk memelihara dan menjaga tanaman untuk senantiasa menghasilkan bunga dan buah hendaklah senantiasa memangkas batang atau ranting tanaman yang sudah tua, agar menghasilkan batang atau ranting tanaman yang lebih muda. Karena dengan selalu mempermuda batang dan ranting, tanaman akan terus menghasilkan bunga dan buah yang lebih baik dibandingkan dengan batang dan ranting tanaman yang sudah tua.

2. Kendalikan hama dan penyakit pada tanaman.
Adanya hama dan penyakit pada tanaman dapat berdampak pada kurangnya hasil dan kualitas yang dihasilkan .
Oleh karena itu untuk menghasilkan kualitas tanaman yang baik,memelihara dan mencegah tanaman dari serangan hama dan penyakit haruslah terus diperhatikan, baik dengan cara menyemprotkan obat pengendali hama secara rutin dengan dosis yang tepat atau dengan cara memangkas dan membuang tanaman yang sudah terjangkit penyakit.

3. Kurangnya zat makanan untuk menghasilkan bunga dan buah.
Kurangnya zat makanan yang dibutuhkan tanaman untuk menghasilkan bunga dan buah dapat mengakibatkan tanaman tidak berbunga atau berbuah. Oleh karena itu untuk membuat tanaman selalu berbunga dan berbuah adalah dengan cara memberikan zat -zat makanan yang dibutuhkan tanaman untuk menghasilkan bunga dan buah. Yakni dengan memberikan pupuk pada tanaman baik berupa pupuk organik atau non organik, agar terpenuhinya zat-zat makanan yang dibutuhkan tanaman untuk memproduksi bunga dan buah.

4. Kurang terpenuhinya kebutuhan sinar matahari.
Salah satu faktor penyebab kurangnya hasil dan kualitas mutu pada tanaman adalah kurangnya kebutuhan tanaman akan sinar matahari yang dibutuhkan. Oleh karena itu untuk menghasilkan tanaman cepat berbunga dan berbuah, usahakan tanaman cukup kebutuhan akan sinar matahari untuk foto sintesis, yakni proses memproduksi makanan pada tanaman.

V. Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam bertani.
1. Tingkat kegemburan dan kesuburan tanah.
2. Kualitas bibit
3. Jarak tanam.
4. Pengendalian gulma dan hama
5. Dosis pupuk dan obat-obatan
6. Pemeliharaan dan perawatan tanaman
7. Cara pemanenan.
8. Penyortiran dan pengemasan hasil tanaman.

Kendala Dan Permasalahan Yang Di Hadapi Para Petani

Berikut ini kendala-kendala dan permasalahan yang dihadapi para petani , yang mengakibatkan kurang sejahtera nya petani di Indonesia :

I. Tingginya harga kebutuhan pokok pertanian dan sarana pendukung pertanian seperti : bibit, pupuk, obat-obatan, alat-alat mesin pertanian, dan lain lain khususnya yang dibutuhkan para petani.
2. Rendahnya harga jual produk dan hasil pertanian.
3. Transportasi dan distribusi hasil panen pertanian.
4. Rendah nya kualitas SDM para petani, yang diakibatkan karena kurangnya pendidikan, pelatihan, dan pembinaan bagi para petani.
5. Kurangnya sarana tekhnologi yang dapat mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan hasil produk-produk pertanian yang digunakan para petani.
6. Kurangnya lahan garapan.
7. Kurangnya dan terbatasnya modal
8. Faktor alam. seperti: wabah serangan hama penyakit, banjir, kekeringan dan lain-lain.
9. Monopoli kebutuhan pokok pertanian dan hasil produk produk pertanian.
10.Kurangnya perhatian baik pemerintah,instansi, maupun swasta dalam meningkatkan pertanian dan kesejahteraan para petani.